Kurs Dolar-Rupiah, Jumat 18 September 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.752
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Ringkasan Pergerakan Kurs Hari Ini
Penutupan Kamis (17/9/2026): Rp 17.753 per USD (melemah 57 poin/0,32%).
Pembukaan Jumat (18/9/2026): Menguat ke Rp 17.730 per USD (+0,13%).
Perdagangan Pagi (hingga ~09.30–10.00 WIB): Berfluktuasi di Rp 17.731–Rp 17.747 per USD.
Proyeksi Harian: Analis memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.700–Rp 17.800 per USD, dengan skenario dasar Rp 17.720–Rp 17.800.
Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah
Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan global:
Kebijakan The Fed: Federal Reserve AS baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00% pada September 2026, yang menambah tekanan pada mata uang emerging market termasuk rupiah.
BI Rate Dipertahankan: Bank Indonesia diproyeksikan menahan BI Rate di level 5,75% pada pertemuan September, didukung inflasi yang terkendali dan koordinasi kebijakan fiskal.
Sentimen Pasar Asia: Penguatan rupiah sejalan dengan tren positif mata uang Asia lainnya, didorong reli di pasar saham dan obligasi regional.
Harga Minyak Mentah: Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran gangguan pasokan dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat terbatas.
Kurs Referensi Bank dan Platform Digital (18 September 2026)
Beberapa bank besar menetapkan kurs jual-beli dolar AS dengan kisaran berikut pada Jumat pagi:
BCA: Harga beli Rp 17.718, harga jual Rp 17.738 (e-rate).
Bank Mandiri: Harga beli Rp 17.710, harga jual Rp 17.740 (special rate).
Pasar Spot (Bloomberg): Dibuka menguat 10 poin ke Rp 17.743 per USD pada pukul 09.05 WIB.
Angka Rp 17.752 yang menjadi acuan artikel ini berada di tengah-tengah kisaran transaksi pagi, sehingga relevan sebagai referensi kurs harian untuk pembaca umum.
Proyeksi dan Level Kunci Teknis
Analis teknikal mencatat beberapa level penting untuk pergerakan rupiah hari ini:
Support: Rp 17.700 (resisten psikologis harian), Rp 17.780 (support pertama jika melemah).
Resistance: Rp 17.800 (level sMA-50), dengan potensi pelemahan terbatas hingga Rp 17.850 jika tekanan jual berlanjut.
Target Penguatan: Jika sentimen global tetap kondusif, rupiah berpotensi menguji level Rp 17.600 per USD.
Implikasi bagi Pelaku Usaha dan Masyarakat
Fluktuasi kurs di kisaran Rp 17.700–Rp 17.800 per USD memiliki dampak langsung pada:
Importir: Biaya impor barang modal dan bahan baku tetap tinggi, meski penguatan tipis rupiah pagi ini sedikit meringankan beban.
Eksportir: Daya saing harga ekspor relatif terjaga, terutama untuk komoditas yang dihargai dalam dolar AS.
Masyarakat Umum: Harga barang impor, tiket pesawat internasional, dan transaksi lintas negara tetap sensitif terhadap pergerakan kurs harian.
Penutup
Rupiah memulai perdagangan Jumat, 18 September 2026 dengan penguatan terbatas ke kisaran Rp 17.730–Rp 17.750 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup melemah pada Kamis. Dengan BI Rate yang dipertahankan di 5,75% dan sentimen global yang agak kondusif, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 17.700–Rp 17.800 per USD sepanjang hari ini.

