Kurs Dolar-Rupiah, Rabu 2 September 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.769
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Posisi ini sejalan dengan proyeksi pasar yang memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.740–Rp 17.790 pada hari ini.
Posisi dan Pergerakan Hari Ini
Dolar AS diperdagangkan pada level Rp 17.769, naik sekitar 25 poin (0,14%) dari penutupan sebelumnya.
Beberapa sumber mencatat pembukaan perdagangan di kisaran Rp 17.750–Rp 17.773, dengan rupiah melemah 0,08–0,23% pada sesi pagi.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah sempat berada di Rp 17.766 pada pukul 09.28 WIB, turun 22 poin dari level penutupan sebelumnya.
Faktor yang Mempengaruhi
Beberapa sentimen utama yang menekan rupiah hari ini:
Kebijakan The Fed: Ekspektasi kenaikan atau penahanan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) memperkuat dolar AS secara global.
Ketegangan Timur Tengah: Konflik regional mendorong kenaikan harga minyak, yang biasanya memberi tekanan pada mata uang negara pengimpor energi seperti Indonesia.
Indeks Dolar AS (DXY): Penguatan DXY ke sekitar 99,77 turut mendukung apresiasi dolar terhadap rupiah.
Kurs Referensi Resmi (Kemenkeu)
Untuk keperluan administrasi dan pelaporan, Kementerian Keuangan juga menerbitkan kurs referensi harian. Pada 2 September 2026, kurs referensi USD tercatat sebesar Rp 17.722. Angka ini biasanya digunakan sebagai acuan dalam transaksi pemerintah dan pelaporan pajak.
Proyeksi Jangka Pendek
Analis memperkirakan rupiah akan tetap fluktuatif dengan potensi melemah hingga Rp 17.790 pada penutupan hari ini, tergantung pada:
Perkembangan data ekonomi AS dan sinyal kebijakan The Fed
Dinamika harga minyak mentah dunia
Arus modal asing di pasar obligasi dan saham Indonesia.

