Kurs Dolar-Rupiah, Selasa 1 September 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.725
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Nilai tukar dolar-rupiah dapat bergerak berbeda sepanjang hari karena dipengaruhi aktivitas pasar, sentimen global, serta kebijakan ekonomi. Oleh sebab itu, angka Rp17.725 perlu dipahami sebagai kurs pada waktu tertentu, bukan patokan tetap untuk seluruh transaksi.
Dolar AS ke Rupiah Hari Ini
Berikut konversi dolar AS ke rupiah dengan acuan kurs Rp17.725 per US$1:
|
Nominal Dolar AS |
Nilai dalam Rupiah |
|
US$1 |
Rp17.725 |
|
US$5 |
Rp88.625 |
|
US$10 |
Rp177.250 |
|
US$20 |
Rp354.500 |
|
US$50 |
Rp886.250 |
|
US$100 |
Rp1.772.500 |
|
US$500 |
Rp8.862.500 |
|
US$1.000 |
Rp17.725.000 |
Sebaliknya, Rp1 setara sekitar US$0,0000564 dengan memakai perhitungan kurs tersebut.
Pergerakan Rupiah 1 September 2026
Kurs rupiah di pasar spot pada Selasa pagi terpantau bergerak di rentang Rp17.710–Rp17.720 per dolar AS, tergantung waktu dan penyedia data. ANTARA mencatat rupiah menguat 7 poin atau 0,04 persen ke Rp17.715 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, dari penutupan sebelumnya di Rp17.722 per dolar AS.
Sementara itu, data kurs referensi tidak selalu identik dengan transaksi pasar spot. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR Bank Indonesia yang tercatat pada penutupan perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, berada di level Rp17.746 per dolar AS.
Perbedaan angka tersebut wajar terjadi karena tiap kurs memiliki waktu pembaruan, metode penghitungan, dan tujuan penggunaan yang berbeda. Kurs spot mencerminkan transaksi pasar saat itu, sedangkan kurs bank dapat mencakup selisih beli-jual atau spread.
Faktor yang Mempengaruhi Kurs Dolar
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS umumnya dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain:
Permintaan dan penawaran dolar AS di pasar valuta asing.
Arah suku bunga dan kebijakan bank sentral, termasuk Bank Indonesia serta Federal Reserve AS.
Pergerakan indeks dolar AS dan mata uang utama dunia.
Harga komoditas, terutama karena Indonesia memiliki keterkaitan dengan ekspor komoditas.
Arus dana investor asing di pasar saham maupun surat utang.
Sentimen geopolitik dan kondisi ekonomi global.
Pada awal perdagangan hari ini, pasar juga mencermati sentimen kenaikan harga energi serta meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko global. Kondisi ini dapat membuat kurs rupiah bergerak fluktuatif selama sesi perdagangan.

