Kurs Dolar-Rupiah, Senin 21 September 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.801

 

Kurs Dolar-Rupiah, Senin 21 September 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.801
(Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA)

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Berdasarkan data terbaru, rupiah dibuka pada level Rp17.791 per dolar AS, melemah 33 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat, 18 September 2026, di level Rp17.758 per dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa dolar AS masih berada di sekitar level Rp17.800. Pada awal perdagangan, rupiah sempat tercatat di kisaran Rp17.786 per dolar AS, atau melemah 28 poin dari posisi penutupan sebelumnya.

Kurs BI Hari Ini

Bank Indonesia pada 21 September 2026 menetapkan kurs transaksi dolar AS sebagai berikut:

Jenis kurs

Nilai

Kurs jual

Rp17.833,72

Kurs beli

Rp17.656,28

Kurs tengah indikatif

Sekitar Rp17.745


Data tersebut berarti bahwa nilai 1 dolar AS berada dalam rentang sekitar Rp17.656 hingga Rp17.834, bergantung pada jenis transaksi yang digunakan.

Kurs di Sejumlah Bank

Beberapa bank besar juga menetapkan harga dolar AS dengan kisaran yang berbeda. BCA, misalnya, mematok kurs beli Rp17.765 dan kurs jual Rp17.785 melalui layanan e-rate pada pagi hari. Untuk transaksi TT counter dan bank notes, BCA menetapkan kurs beli Rp17.620 serta kurs jual Rp17.900 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Mandiri menetapkan kurs special rate sebesar Rp17.715 untuk kurs beli dan Rp17.745 untuk kurs jual. Pada transaksi TT counter dan bank notes, kurs beli berada di level Rp17.540, sedangkan kurs jual mencapai Rp17.840 per dolar AS.

Rupiah Masih Tertekan

Pelemahan rupiah pada awal pekan mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap dolar AS di pasar valuta asing. Pasar juga mencermati sejumlah faktor ekonomi, termasuk kondisi fiskal Indonesia, perkembangan harga minyak, serta arah kebijakan moneter global.

Sejumlah proyeksi pasar memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Pergerakan rupiah tetap dapat berubah sepanjang hari karena dipengaruhi transaksi ekspor-impor, arus modal asing, sentimen pasar global, dan kebijakan bank sentral.

Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Usaha

Kenaikan dolar dapat meningkatkan biaya impor, terutama untuk bahan baku, mesin, perangkat elektronik, dan komoditas yang pembayarannya menggunakan dolar AS. Bagi pelaku usaha di Indonesia, kondisi ini perlu diperhitungkan dalam penetapan harga, pengadaan barang, serta penyusunan anggaran.

Di sisi lain, eksportir berpotensi memperoleh penerimaan rupiah yang lebih besar ketika pendapatan mereka dalam dolar AS dikonversikan ke rupiah. Namun, dampaknya tetap bergantung pada struktur biaya dan tingkat ketergantungan usaha terhadap bahan baku impor.

Next Post Previous Post