Laba Bersih PT Phapros Tbk Melonjak 511 Persen pada Semester I 2026
PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 511,01 persen pada semester I-2026. Emiten farmasi tersebut membukukan laba bersih Rp14,97 miliar, meningkat tajam dibandingkan laba Rp2,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan laba ini ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan, perbaikan margin laba kotor, serta efisiensi pada operasional produksi. Perseroan pun optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan laba hingga akhir 2026.
Pendapatan Phapros Tumbuh 5,37 Persen
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Phapros membukukan pendapatan penjualan sebesar Rp482,85 miliar. Nilai tersebut tumbuh 5,37 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Kinerja positif perusahaan didorong oleh strategi efisiensi biaya dan optimalisasi sumber daya manusia. Selain itu, peningkatan kontribusi produk dengan margin lebih tinggi ikut memperkuat profitabilitas perseroan.
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, mengatakan perusahaan berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan di tengah dinamika industri farmasi.
“Phapros berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan. Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari dua digit hingga akhir tahun 2026,” ujar Intan, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, perseroan akan terus memperkuat inovasi dan profitabilitas agar dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia.
Margin Laba Kotor Menguat
Peningkatan penjualan produk-produk bermargin tinggi menjadi salah satu pendorong utama perbaikan kinerja Phapros pada semester I-2026.
Rasio harga pokok penjualan (HPP) tercatat turun menjadi 49 persen, dibandingkan sebelumnya yang berada di level 52 persen. Penurunan rasio tersebut mendorong margin laba kotor perseroan meningkat hingga 50,4 persen.
Tidak hanya itu, posisi kas dan setara kas Phapros juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 215,6 persen menjadi Rp162,47 miliar. Sementara itu, total aset perseroan tumbuh menjadi Rp1,45 triliun per 30 Juni 2026.
Perbaikan struktur biaya, penguatan penjualan, dan pertumbuhan kas tersebut menjadi modal Phapros untuk melanjutkan ekspansi bisnis pada paruh kedua tahun ini.
Siapkan Produk NSAID untuk Segmen Dental
Dalam upaya memperluas portofolio produk, Phapros tengah menyiapkan produk serbuk obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID. Produk tersebut direncanakan untuk melengkapi lini produk dental perseroan yang telah mencakup Pehacaine.
Produk baru ini ditujukan untuk membantu menangani keluhan nyeri dan inflamasi. Phapros menargetkan produk NSAID tersebut dapat mulai dikomersialisasikan pada kuartal IV-2026.
Intan menyebut pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan medis di Indonesia.
“Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap produk ini dapat segera diluncurkan dan memberikan kontribusi positif, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi pertumbuhan bisnis perusahaan,” kata Intan.
Targetkan Ekspansi Ekspor hingga Rp5 Miliar
Selain memperkuat pasar domestik, Phapros juga menyiapkan perluasan pasar ekspor pada kuartal III dan IV-2026. Perseroan membidik Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja sebagai tujuan ekspansi berikutnya dengan target penjualan ekspor senilai Rp5 miliar.
Saat ini, Phapros telah mengonfirmasi aktivitas ekspor ke sejumlah negara, yaitu Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini.
Produk yang diekspor mencakup beberapa kategori, mulai dari analgesik, multivitamin, hingga antibiotik. Ke depan, perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan ekspor dua digit sebagai salah satu penopang bisnis domestik.
“Ke depannya Perseroan terus mentargetkan pertumbuhan double digit atas penjualan ekspor untuk mendukung bisnis dalam negeri, termasuk penambahan jumlah calon buyer dan penambahan lini produk,” ujar Intan.
Dengan laba bersih yang melonjak lebih dari lima kali lipat, perbaikan margin, serta rencana peluncuran produk dan ekspansi ekspor, Phapros menatap sisa tahun 2026 dengan prospek pertumbuhan yang positif.

