Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh 11,82 Persen Per Juli 2026

Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh 11,82 Persen Per Juli 2026

Sektor perbankan syariah mencatatkan kinerja positif dalam penyaluran pembiayaan pada Juli 2026. Namun, laju pertumbuhannya masih berada di bawah capaian kredit industri perbankan secara umum.

Data OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 13,58%, Pembiayaan Syariah 11,82%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit industri perbankan melaju 13,58% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga mencapai Rp 9.135 triliun per Juli 2026. Angka ini meningkat dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 12,67% yoy.

Pada periode yang sama, penyaluran pembiayaan perbankan syariah tumbuh 11,82% yoy menjadi Rp 744,51 triliun. Capaian tersebut menguat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,29% yoy, dengan porsi 8,1% dari total kredit perbankan nasional.

Faktor Pendorong: Himbara dan Proyek Pemerintah

Direktur Sharia Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, menjelaskan faktor utama pendorong tingginya kredit bank konvensional. Menurutnya, pertumbuhan tersebut banyak ditopang oleh penyaluran pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Utamanya, untuk proyek-proyek yang berkaitan dengan pemerintah. Segmen itu lah yang tak banyak digarap oleh perbankan syariah, dan pada gilirannya membuat laju pertumbuhan pembiayaan bank syariah tak sepesat bank konvensional,” tutur Pandji.

CIMB Niaga Syariah: Fokus Spin-off, Pembiayaan Turun 12,36%

Di CIMB Niaga, portofolio pembiayaan syariah terkoreksi 12,36% yoy menjadi Rp 51,47 triliun per Juli 2026. Penurunan ini terjadi karena unit usaha syariah (UUS) perseroan sedang memfokuskan agenda bisnisnya pada persiapan pemisahan diri atau spin-off dari induknya.

“Sampai akhir tahun, untuk CIMB, lebih banyak proses untuk menyelesaikan persiapan spin-off. Itu memang yang menjadi target utama,” ujar Pandji kepada Kontan, Jumat (11/9/2026).

Selain fokus spin-off, manajemen juga membenahi penataan struktur pendanaan. “Jadi dari awal tahun memang fokus tahun ini bukan kepada pembiayaan,” imbuh Pandji.

BCA Syariah: Tumbuh 11,5%, Didorong Segmen Komersial

Kondisi berbeda dicatatkan BCA Syariah yang berhasil membukukan kenaikan pembiayaan sebesar 11,5% yoy menjadi Rp 13,5 triliun per Agustus 2026. Porsi pembiayaan komersial mendominasi hingga 73,4%, disusul pembiayaan konsumer sebesar 18,3%.

Direktur BCA Syariah Pranata menjabarkan detail pertumbuhan segmen tersebut. Pembiayaan konsumer melonjak 34,7% yoy menjadi Rp 2,5 triliun, sedangkan segmen komersial terkatrol 6% yoy menjadi Rp 9,9 triliun.

Strategi BCA Syariah: Optimis Tumbuh Dua Digit Hingga Akhir Tahun

Manajemen BCA Syariah optimistis penyaluran pembiayaan tetap tumbuh dua digit hingga penghujung tahun. Strategi yang disiapkan meliputi penyaluran pembiayaan berkualitas pada segmen komersial, konsumer, dan UKM dengan prinsip kehati-hatian, serta optimalisasi layanan e-channel.

“Salah satunya dengan meningkatkan fitur pembiayaan emas di aplikasi mobile banking BSya sehingga nasabah dapat mengajukan pembiayaan secara online dengan pilihan gramasi emas yang makin lengkap,” ungkap Pranata.


Next Post Previous Post