IHSG diprediksi masih bergerak volatil pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, setelah pasar dibayangi tekanan global, terutama lonjakan harga minyak dan eskalasi tensi geopolitik.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat tertekan hingga menyentuh 6.590,79 pada sesi II, menandakan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati.
IHSG Masih Dalam Tekanan
 |
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Tekanan pada IHSG muncul seiring pelemahan sentimen di bursa Asia dan global, yang dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga investor kembali mencermati arah suku bunga dan imbal hasil obligasi AS.
Sebelum perdagangan Kamis berlangsung, IHSG berada di level 6.678,20 setelah turun 0,12 persen pada perdagangan Rabu (9/9). Namun, koreksi intraday hingga area 6.590 pada Kamis menunjukkan level 6.600 menjadi area penting yang perlu dipertahankan indeks pada perdagangan berikutnya.
Prediksi IHSG Jumat
Secara teknikal, pergerakan IHSG berpotensi berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah apabila belum mampu kembali menembus area 6.700. Riset sebelumnya menempatkan support IHSG pada 6.610 dan 6.561, sedangkan resistance berada di 6.705 hingga 6.755.
MNC Sekuritas sebelumnya mencatat area penguatan IHSG berada di rentang 6.736–6.812, tetapi juga mengingatkan potensi koreksi ke 6.643–6.653. Dengan kondisi perdagangan Kamis yang sempat jatuh ke bawah area tersebut, investor perlu mewaspadai kemungkinan indeks menguji support lanjutan bila aksi jual berlanjut.
|
Indikator
|
Area yang Dicermati
|
|
Arah IHSG
|
Konsolidasi dan volatil
|
|
Support terdekat
|
6.610–6.561
|
|
Support lanjutan
|
Area 6.500-an, apabila tekanan jual berlanjut
|
|
Resistance awal
|
6.705
|
|
Resistance berikutnya
|
6.736–6.755
|
Sentimen Penggerak
Sejumlah sentimen yang patut diperhatikan investor pada Jumat antara lain:
Pergerakan harga minyak mentah dunia, yang meningkat di tengah konflik AS-Iran dan berpotensi menekan aset berisiko.
Respons bursa Asia dan Wall Street terhadap kekhawatiran inflasi serta arah kebijakan suku bunga.
Pergerakan dana asing di pasar saham domestik, terutama pada saham perbankan berkapitalisasi besar.
Peluang rotasi ke saham komoditas, khususnya emiten energi dan logam, bila harga minyak maupun komoditas tetap tinggi.
Saham yang Layak Dipantau
Rekomendasi berikut merupakan daftar saham pantauan berdasarkan riset sekuritas yang terbit meliputi:
|
Saham
|
Sektor
|
Alasan Dipantau
|
|
PTBA
|
Batu bara
|
Masuk rekomendasi MNC Sekuritas dan analis lain; sektor energi dapat
memperoleh perhatian saat harga komoditas menguat.
|
|
TINS
|
Logam timah
|
Menjadi salah satu pilihan MNC Sekuritas untuk trading jangka pendek.
|
|
ANTM
|
Emas dan nikel
|
Direkomendasikan dalam riset harian sebelumnya dan berpotensi menjadi
pilihan saat minat terhadap komoditas meningkat.
|
|
TOWR
|
Menara telekomunikasi
|
Masuk daftar saham pilihan dalam proyeksi IHSG konsolidasi; dapat
dipantau sebagai saham defensif relatif.
|
|
HMSP
|
Konsumer
|
Termasuk saham rekomendasi MNC Sekuritas pada perdagangan Kamis.
|
|
BIPI
|
Infrastruktur/energi
|
Menjadi salah satu saham pilihan MNC Sekuritas, tetapi risikonya lebih
tinggi karena karakter pergerakannya cenderung spekulatif.
|
|
TLKM
|
Telekomunikasi
|
Direkomendasikan sebagai saham yang menarik untuk dilirik saat IHSG
masih volatil.
|
|
ARCI
|
Emas
|
Direkomendasikan CNBC Indonesia dan dapat diuntungkan apabila minat
pada aset berbasis emas meningkat.
|
Strategi Trading
Investor jangka pendek sebaiknya tidak agresif mengejar saham pada saat harga pembukaan melonjak. Strategi yang lebih relevan adalah menunggu konfirmasi bahwa IHSG mampu bertahan di atas area support 6.560–6.610 atau melakukan selective buy on weakness pada saham berfundamental baik.
Saham berbasis komoditas seperti PTBA, ANTM, TINS, dan ARCI dapat dipantau karena sentimen harga minyak serta logam masih menjadi perhatian pasar. Sementara itu, saham dengan pergerakan agresif seperti BIPI perlu disertai batas kerugian (stop loss) yang disiplin karena volatilitas pasar masih tinggi.
Disclaimer: Prediksi dan saham pilihan ini bersifat informatif, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Investor disarankan mengecek harga penutupan IHSG pada Kamis, 10 September 2026, serta riset terbaru perusahaan sekuritas sebelum mengambil keputusan investasi.