Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Rabu, 23 September 2026
IHSG diproyeksikan bergerak sideways hingga berpotensi rebound pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
Analis memprediksi IHSG dengan level kunci di 6.370 sebagai penentu arah. Jika bertahan di atas level tersebut, indeks berpeluang menguji resistance di kisaran 6.450–6.500. Namun, tekanan jual asing dan sentimen global pasca-keputusan The Fed masih menjadi risiko utama.
Faktor Penentu Pergerakan IHSG
1. Keputusan BI Rate (RDG 22–23 September 2026)
Bank Indonesia dijadwalkan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu (23/9/2026). Konsensus ekonom memperkirakan BI Rate tetap di 5,75%, meskipun The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke level 3,75%–4%.
Dampak positif: Stabilitas suku bunga domestik dapat mendukung sentimen investor terhadap obligasi dan saham blue-chip.
Risiko: Jika BI unexpectedly menaikkan rate, bisa terjadi volatilitas jangka pendek.
2. Tekanan Global dan Rupiah
The Fed’s hawkish stance terus menekan mata uang emerging market, dengan rupiah sempat melemah ke Rp17.696/USD.
Yield obligasi AS (UST 10-year) mendekati 5%, meningkatkan daya tarik aset safe-haven dan mengurangi aliran modal ke pasar saham Indonesia.
3. Level Teknikal IHSG
Support: 6.370 (kritis), 6.279, 6.201
Resistance: 6.450, 6.500, 6.540
Rekomendasi Saham untuk 23 September 2026
Berdasarkan analisis sekuritas dan pola pergerakan sektor, berikut saham-saham yang layak dipantau:
Saham Pilihan (Buy/Speculative Buy)
|
Kode |
Emiten |
Sektor |
|
BBCA |
Bank Central Asia |
Perbankan |
|
BBRI |
Bank Rakyat Indonesia |
Perbankan |
|
BULL |
Buana Lintas Lautan |
Transportasi & Logistik |
|
INCO |
Vale Indonesia |
Pertambangan |
|
TLKM |
Telkom Indonesia |
Telekomunikasi |
|
AMRT |
Sumber Alfaria Trijaya |
Ritel |
Sumber: Rekomendasi dari Pilarmas Investindo, BNI Sekuritas, Mega Capital, dan Indo Premier Sekuritas untuk periode 21–25 September 2026.
Strategi Trading
Wait-and-see hingga pengumuman BI Rate (biasanya sore hari). Jika BI mempertahankan rate, peluang rebound IHSG terbuka.
Fokus pada saham defensif seperti perbankan besar (BBCA, BBRI) dan konsumen primer (AMRT, UNVR) jika volatilitas tinggi.
Manfaatkan momentum sektor komoditas (INCO, ANTM, MDKA) jika harga komoditas global stabil.
Batasi eksposur jika IHSG gagal bertahan di atas 6.370, waspadai koreksi ke 6.279.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan membeli/menjual. Lakukan riset mandiri atau konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

