Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Selasa, 15 September 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Investor masih mencermati pelemahan rupiah, kenaikan harga minyak, sentimen bursa global, serta ketidakpastian menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Open Market Committee (FOMC).
Pada perdagangan Senin (14/9/2026), IHSG ditutup melemah tipis 0,10% ke level 6.534. Sebelumnya, indeks sempat anjlok 1,70% ke level 6.429 pada sesi pertama perdagangan. Di pasar valuta asing, rupiah ditutup melemah 0,33% ke level Rp17.669 per dolar AS.
Prediksi IHSG Selasa
Tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut pada perdagangan Selasa. Namun, koreksi indeks diperkirakan mulai terbatas apabila investor melakukan aksi beli pada saham-saham yang telah mengalami penurunan signifikan.
Sentimen eksternal menjadi perhatian utama pasar. Bursa Asia melemah, sementara harga minyak global dilaporkan menembus US$107 per barel. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan menekan aset berisiko, termasuk saham.
Selain itu, pasar juga mencermati dampak pergantian Menteri Keuangan. Suahasil Nazara dilaporkan menggantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap arah kebijakan fiskal dan stabilitas pasar keuangan.
Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji area support terdekat di sekitar 6.500–6.480. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, indeks berpotensi bergerak menuju area 6.430. Sebaliknya, penguatan IHSG perlu dikonfirmasi dengan kemampuan indeks kembali menembus level 6.570–6.600.
Dengan demikian, IHSG pada Selasa (15/9/2026) diperkirakan bergerak dalam rentang 6.450–6.600, dengan kecenderungan sideways dan volatil.
Rekomendasi Saham
| (Foto Saham TINS dari Google Finansial) |
|
Kode saham |
Strategi |
Pertimbangan |
|
BMRI |
Buy on weakness |
Saham perbankan besar berpotensi menjadi pilihan saat terjadi
akumulasi pada sektor unggulan. |
|
BBRI |
Buy on weakness |
Dapat dicermati jika koreksi berlanjut ke area support teknikal. |
|
TLKM |
Trading buy |
Berpotensi menjadi saham defensif ketika volatilitas pasar meningkat. |
|
ANTM |
Speculative buy |
Pergerakan harga emas dan logam masih menjadi katalis, meski risikonya
tinggi. |
|
TINS |
Trading buy |
Dapat diperhatikan seiring sentimen harga komoditas dan peluang
technical rebound. |
|
INCO |
Buy on weakness |
Menarik dicermati apabila saham kembali masuk ke area support. |
Rekomendasi saham tersebut sejalan dengan pilihan analis untuk September 2026 yang mencakup sejumlah saham big caps dan komoditas, seperti BBCA, BMRI, TLKM, ASII, PGEO, INCO, ANTM, BBRI, dan BBNI.
Sementara itu, investor dengan profil agresif dapat mencermati saham BRMS, INET, VKTR, TAPG, TINS, dan PTRO. Beberapa saham tersebut sebelumnya direkomendasikan dengan target harga dan batas cut loss tertentu oleh analis, sehingga penggunaannya lebih sesuai untuk strategi trading dengan manajemen risiko ketat.
Penutup
IHSG diprediksi bergerak terbatas dan volatil pada perdagangan Selasa (15/9/2026), dengan rentang 6.450–6.600. Tekanan eksternal, pelemahan rupiah, kenaikan harga minyak, serta sentimen menjelang FOMC menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Investor disarankan tidak mengejar harga ketika pasar menguat sesaat. Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah buy on weakness pada BMRI, BBRI, TLKM, ANTM, TINS, dan INCO, dengan tetap menetapkan target keuntungan serta batas kerugian.
Catatan: Artikel ini merupakan informasi umum, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.

