Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Selasa 8, September 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 8 September 2026, diproyeksikan bergerak mixed dengan kecenderungan konsolidasi terbatas setelah pekan lalu ditutup melemah 0,47% ke level 6.636,48.
Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk data ekonomi China–Jepang, ketegangan geopolitik, serta arus modal asing yang mulai akumulasi di saham berkapitalisasi besar.
Proyeksi Pergerakan IHSG
Berikut rangkuman proyeksi dari beberapa sekuritas untuk awal pekan ini (7–8 September 2026):
|
Sekuritas |
Support |
Resistance |
Bias |
|
Ciptadana Sekuritas |
6.561 |
6.704 |
Negatif/konsolidasi |
|
Kiwoom Sekuritas |
6.575 |
6.718 |
Mixed, melemah terbatas |
|
MNC Sekuritas |
6.337 |
6.786 |
Rawan koreksi sepekan ke depan |
|
Mandiri & Phintraco |
6.580–6.600 |
6.680–6.715 |
Rebound teknikal jika support bertahan |
Secara teknikal, IHSG masih dalam struktur bullish, namun indikator seperti Stochastic menunjukkan kondisi overbought, sehingga peluang konsolidasi atau koreksi jangka pendek meningkat. Level kritis yang perlu dicermati adalah area 6.560–6.580; bila bertahan, indeks berpotensi rebound menuju 6.680–6.715.
Sentimen Pasar
Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG di awal pekan ini:
Arus modal asing: Mulai masuk ke saham big caps saat IHSG tertekan, menjadi penopang utama.
Rupiah: Stabil di kisaran Rp17.608/USD, memberikan dukungan terhadap sentimen domestik.
Risiko global: Eran AS–Iran, data ekonomi China–Jepang, dan kebijakan bank sentral global (10–18 September) berpotensi menambah volatilitas.
Faktor domestik: Rebalancing FTSE Russell (18–21 September) dan isu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga jadi perhatian.
Rekomendasi Saham 8 September 2026
1. Saham Rekomendasi MNC Sekuritas
AMRT
ELSA
SSMS
INDY
2. Saham Rekomendasi IPOT
CDIA
TBIG
3. Saham Rekomendasi Phintraco Sekuritas
JPFA
INET
PTRO
CUAN
EMAS
4. Saham Pilihan Kiwoom Sekuritas (September 2026)
INCO
ANTM
BBRI
BBNI
JSMR
Strategi Trading
Jangka pendek: Manfaatkan rebound teknikal jika IHSG bertahan di atas 6.560–6.580. Fokus pada saham big caps yang sedang diakumulasi asing.
Jangka menengah: Perhatikan saham sektor konsumsi, infrastruktur, dan komoditas yang didukung fundamental kuat.
Risk management: Gunakan stop loss ketat mengingat potensi volatilitas akibat sentimen global.
Penutup
IHSG pada 8 September 2026 berpotensi bergerak konsolidasi dengan bias negatif terbatas, namun peluang rebound teknikal tetap ada jika level support kunci bertahan. Investor disarankan selektif memilih saham dengan fundamental solid dan mengikuti arus modal asing.
Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan membeli/menjual. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

