PT Amman Mineral Internasional Raih Penjualan 2 Miliar Dolar AS pada Semester I-2026
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kinerja keuangan luar biasa pada semester pertama tahun 2026 dengan penjualan bersih mencapai US$ 2,05 miliar atau sekitar Rp 36,61 triliun.
Angka ini melonjak lebih dari 1.000% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya US$ 182,59 juta, menandai babak baru bagi emiten tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia ini.
Lonjakan Penjualan Didorong Produksi dan Harga Komoditas
Manajemen AMMN mengungkapkan bahwa pertumbuhan penjualan yang signifikan secara tahunan (year-on-year/YoY) ini didorong oleh tiga faktor utama: peningkatan produksi, volume penjualan yang lebih tinggi, dan harga komoditas yang mendukung.
Rincian Penjualan per Segmen Pasar
Pasar Domestik (US$ 741,77 juta):
Katoda tembaga murni: US$ 430,71 juta
Emas murni: US$ 311,06 juta
Pasar Ekspor (US$ 1,31 miliar):
Konsentrat tembaga: US$ 491,52 juta
Emas: US$ 586,92 juta
Katoda tembaga: US$ 232,19 juta
Secara total, penjualan produk konsentrat AMMN pada semester I-2026 mencapai US$ 1,08 miliar, melonjak tajam dari hanya US$ 920.000 pada periode yang sama tahun 2025.
Berbalik Rugi Jadi Untung Besar
Lonjakan pendapatan ini berhasil membalikkan posisi keuangan perseroan secara dramatis. AMMN mencatatkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 497,92 juta (sekitar Rp 8,89 triliun) pada semester I-2026, berbalik dari kondisi rugi bersih US$ 148,72 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Indikator Keuangan Utama
|
Indikator |
Semester I-2026 |
Semester I-2025 |
Perubahan |
|
Penjualan Bersih |
US$ 2,05 miliar |
US$ 182,59 juta |
+1.024% |
|
Laba Kotor |
US$ 964,15 juta |
US$ 55,70 juta |
+1.631% |
|
Laba Bersih |
US$ 497,92 juta |
(Rugi) US$ 148,72 juta |
Berbalik untung |
|
Beban Pokok Penjualan |
US$ 1,08 miliar |
US$ 126,89 juta |
+751% |
Posisi Keuangan Menguat
Hingga 30 Juni 2026, total aset perseroan tercatat sebesar US$ 13,8 miliar dengan liabilitas US$ 7,93 miliar. Posisi ini menunjukkan penurunan liabilitas dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang mencatatkan liabilitas US$ 8,43 miliar dan total aset US$ 13,87 miliar.
Konteks Strategis: Hilirisasi dan Ekspansi Tambang
Kinerja impresif AMMN ini tidak terlepas dari penyelesaian Fase 7 di Tambang Batu Hijau, Sumbawa, yang memungkinkan perusahaan mengakses cadangan dengan kadar mineral lebih tinggi. Perusahaan juga telah mengoperasikan smelter berteknologi canggih dan Precious Metals Refinery (PMR) sebagai bagian dari strategi hilirisasi mineral nasional.
AMMN memperkirakan produksi sebesar 900.000 metrik ton kering konsentrat pada tahun 2026, yang mengandung 485 juta pon (setara 220.000 ton) tembaga dan 579.000 ons emas.
Reaksi Pasar Modal
| (Foto Saham AMMN dari Google Finansial) |

