Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 1 September 2026
Pada penutupan perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, IHSG naik 0,11 persen atau 7,35 poin ke level 6.525,47. Sebanyak 392 saham menguat, 233 saham melemah, dan 166 saham lainnya stagnan. Nilai kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp11.448,27 triliun.
Pergerakan IHSG Hari Ini
| (Foto Saham BBRI dari Google Finansial) |
Prediksi IHSG Selasa
MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area 6.599–6.666 dalam skenario optimistis. Namun, analis juga mengingatkan risiko koreksi apabila indeks gagal mempertahankan momentumnya, dengan area koreksi diperkirakan berada pada rentang 6.289–6.352.
Sentimen Pasar
Ada sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi laju IHSG pada perdagangan hari ini.
Pasar menantikan rilis data inflasi Indonesia periode Agustus 2026. Konsensus memperkirakan inflasi berada di kisaran 2,86 persen secara tahunan.
Data PMI manufaktur Indonesia juga menjadi perhatian, dengan proyeksi masih berada di zona ekspansi pada level 50,5.
Nilai tukar rupiah perlu dicermati setelah pada akhir perdagangan sebelumnya berada di sekitar Rp17.722 per dolar AS di pasar spot.
Pelemahan indeks dolar AS atau DXY dapat menjadi sentimen positif bagi aset berisiko apabila mendukung stabilitas rupiah.
Kenaikan harga minyak dan tensi geopolitik global berpotensi menambah kehati-hatian investor, terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap perubahan harga energi dan arus dana asing.
Di sisi lain, investor juga menunggu dampak efektif rebalancing indeks MSCI. Faktor tersebut dapat memicu peningkatan aktivitas perdagangan pada saham-saham tertentu, khususnya emiten yang berkaitan dengan perubahan komposisi indeks.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berikut sejumlah saham yang direkomendasikan analis untuk perdagangan Selasa, 1 September 2026.
|
Kode saham |
Rekomendasi |
Catatan |
|
BBNI |
Buy on weakness |
Direkomendasikan MNC Sekuritas setelah saham menguat dengan dukungan
volume beli. Area beli Rp3.750–Rp3.810, target Rp3.940 dan Rp4.020, dengan
stop loss di bawah Rp3.660. |
|
SIDO |
Buy on weakness |
Masuk daftar saham pilihan MNC Sekuritas untuk strategi beli saat
pelemahan harga. |
|
HRUM |
Trading buy |
Direkomendasikan MNC Sekuritas untuk strategi perdagangan jangka
pendek. |
|
INET |
Trading buy |
Menjadi salah satu saham yang direkomendasikan untuk trading buy oleh
MNC Sekuritas. |
|
MEDC |
Speculative buy |
Rekomendasi Kiwoom Sekuritas, dengan support Rp1.340 dan resistance
Rp1.545. |
|
ESSA |
Trading buy |
Direkomendasikan Kiwoom Sekuritas dengan area support Rp610 dan
resistance Rp720. |
|
PGAS |
Hold/speculative buy |
Termasuk saham pilihan analis Bareksa bersama ITMG dan ELSA. |
|
ITMG |
Hold/speculative buy |
Layak dicermati oleh trader yang memperhatikan pergerakan saham energi
dan batu bara. |
|
ELSA |
Hold/speculative buy |
Masuk daftar rekomendasi Bareksa; saham ini juga mendapat perhatian
dari sejumlah analis sektor energi. |
|
PGEO |
Buy on weakness |
Direkomendasikan dalam riset terkait saham pilihan hari ini, seiring
perhatian pasar terhadap sektor energi baru terbarukan. |
Investor dengan profil konservatif dapat menunggu konfirmasi arah IHSG di atas area resistance terdekat sebelum melakukan akumulasi. Sementara itu, trader jangka pendek dapat menggunakan strategi beli bertahap di area support dan disiplin menerapkan batas kerugian atau stop loss.
Catatan untuk Investor
Rekomendasi saham bersifat referensi dan bukan ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Pergerakan harga saham dapat berubah cepat karena kondisi pasar, sentimen global, aksi investor asing, serta perkembangan ekonomi domestik.
Sebelum mengambil keputusan, investor sebaiknya menyesuaikan pilihan saham dengan profil risiko, target investasi, modal, dan strategi masing-masing. Hindari membeli saham hanya karena mengikuti rekomendasi harian tanpa memahami level beli, target harga, serta batas risiko yang digunakan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Selalu sesuaikan transaksi dengan profil risiko, rencana investasi, dan batas kerugian masing-masing.

