Saham PTBA Melonjak 4,51% di Sesi I, Diborong Investor Asing
Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat signifikan pada perdagangan Senin (7/9/2026), didorong oleh aksi beli bersih investor asing yang melanjutkan tren akumulasi sejak akhir Agustus 2026.
Detail Perdagangan Sesi I
| (Foto Saham PTBA dari Google Finansial) |
Tren Akumulasi Asing Terus Menguat
Aksi beli oleh pemodal asing ini merupakan kelanjutan dari tren akumulasi sepanjang periode 31 Agustus hingga 4 September 2026, dengan total nilai net buy mencapai Rp57,97 miliar. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan sepekan sebelumnya (24–28 Agustus 2026) yang hanya mencatatkan net buy asing sebesar Rp4,84 miliar.
Akumulasi ini turut mendorong kenaikan harga saham PTBA sebesar 13,83 persen dalam sepekan terakhir, menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek emiten batu bara tersebut.
Kinerja Keuangan Semester I-2026 Cemerlang
Penguatan saham PTBA juga ditopang oleh capaian keuangan semester I-2026 yang solid. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menjelaskan bahwa perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat penjualan ekspor di tengah kondisi operasional yang kondusif.
"Di tengah momentum penguatan harga batu bara global, perseroan mampu mengoptimalkan peluang pasar melalui strategi penjualan yang adaptif, yang didukung oleh pelaksanaan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran," ujar Bambang Ismawan.
Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menangkap momentum pasar secara optimal, dengan tetap menjaga disiplin operasional dan efisiensi biaya sebagai fondasi pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.
Pendapatan dan Laba Bersih Tumbuh Signifikan
Hingga akhir Juni 2026, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun atau tumbuh 8 persen secara year on year (yoy). Kenaikan rata-rata harga jual sebesar 10 persen yoy didorong oleh lonjakan Newcastle Index sebesar 25 persen yoy dan ICI-3 sebesar 15 persen yoy, meskipun volume penjualan terkoreksi 2 persen yoy.
Dari kinerja tersebut, perseroan mengantongi laba bersih Rp2,65 triliun dan EBITDA Rp4,27 triliun, dengan net profit margin 12 persen serta EBITDA margin 19 persen. Laba bersih ini melonjak 218 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Komposisi Penjualan dan Pasar Ekspor
Komposisi penjualan PTBA terdiri dari 51 persen pasar domestik dan 49 persen pasar ekspor, dengan lima negara tujuan utama yaitu Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.
Pemulihan operasional pada kuartal II-2026 tercermin dari kenaikan produksi sebesar 94 persen secara quarter on quarter (qoq) dan pertumbuhan penjualan 8 persen qoq, dengan average selling price (ASP) naik 14 persen qoq.
Realisasi Belanja Modal dan Volume Operasional
Hingga semester I-2026, realisasi belanja modal (capital expenditure) mencapai Rp1,09 triliun atau 30 persen dari target tahunan. Volume produksi tercatat sebesar 49,55 juta ton, volume penjualan 49,51 juta ton, dan volume angkutan 41,00 juta ton.
Dengan kombinasi kinerja operasional yang membaik, efisiensi biaya, dan dukungan harga batu bara global yang menguat, PTBA dipandang memiliki fondasi kuat untuk mempertahankan momentum positif di sisa tahun 2026.

