Update Harga Emas Dunia: USD 4.357/Ounce pada Jumat, 18 September 2026

Update Harga Emas Dunia: USD 4.357/Ounce pada Jumat, 18 September 2026

Harga emas dunia tercatat menguat pada perdagangan Jumat, 18 September 2026, dengan level spot berada di kisaran USD 4.357-4.360 per troy ounce. 

Penguatan ini didorong oleh melemahnya dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), serta sentimen investor terhadap ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter global.

Pergerakan Harga Emas Spot dan Berjangka

Berdasarkan data dari berbagai sumber pada 18 September 2026:

Emas spot (XAU/USD): Diperdagangkan di kisaran USD 4.352–4.364 per troy ounce, dengan beberapa sumber mencatat level sekitar USD 4.357–4.360.

Emas berjangka AS (kontrak Desember 2026): Bergerak di kisaran USD 4.385–4.405 per troy ounce, dengan sebagian kontrak mencatat penurunan tipis atau kenaikan marginal tergantung sesi perdagangan.

Secara persentase, emas spot dilaporkan naik antara 1,9–2,4 persen pada sesi Kamis–Jumat (17–18 September 2026), pulih dari tekanan beberapa sesi sebelumnya.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga Emas

Beberapa faktor utama yang mempengaruhi penguatan emas pada 18 September 2026:

Pelemahan dolar AS (DXY): Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor non-AS.

Penurunan imbal hasil Treasury AS: Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun, mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Ekspektasi kebijakan The Fed: Pasar mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve setelah keputusan suku bunga terbaru, termasuk kemungkinan pelonggaran kebijakan di masa depan yang mendukung emas.

Ketidakpastian geopolitik: Perkembangan konflik di Timur Tengah dan risiko geopolitik lain meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven.

Pembelian bank sentral: Aktivitas pembelian emas oleh bank sentral, termasuk China yang dilaporkan meningkat pada Agustus 2026, memberikan dukungan struktural pada harga.

Konteks Pasar dan Proyeksi ke Depan

Update Harga Emas Dunia: USD 4.357/Ounce pada Jumat, 18 September 2026
(Foto Harga Emas Dunia dari TradingView)
Pada perdagangan Kamis (17/9/2026) pagi WIB, emas spot sempat tercatat di level USD 4.290,48 per troy ounce, sebelum melanjutkan penguatan pada sesi berikutnya. Beberapa analis memproyeksikan bahwa selama dolar AS dan yield Treasury bergerak turun, emas akan memperoleh dukungan lebih lanjut.

Di sisi lain, risiko penurunan tetap ada jika The Fed mempertahankan sikap hawkish lebih lama dari perkiraan, atau jika dolar AS kembali menguat signifikan. UBS dalam catatannya menyebutkan bahwa defisit fiskal yang meningkat, beban utang lebih tinggi, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed tahun depan seharusnya mendukung harga emas meski terjadi volatilitas jangka pendek.

Implikasi bagi Investor dan Pembeli Emas di Indonesia

Bagi investor dan pembeli emas di Indonesia, harga emas Antam dan merek lain juga ikut terpengaruh oleh pergerakan harga dunia dan kurs rupiah. Pada 18 September 2026, harga emas Antam dilaporkan naik sekitar Rp 5.000–25.000 per gram, dengan level jual di kisaran Rp 2.598.000–2.623.000 per gram tergantung sumber dan waktu update.

Faktor kurs rupiah terhadap dolar AS juga berperan penting: jika rupiah melemah, harga emas dalam rupiah bisa naik lebih tinggi meski harga dunia stabil, dan sebaliknya.

Next Post Previous Post