Vivo X500 Muncul di Geekbench: Dimensity 9600M, RAM 12GB, dan Strategi Chipset Ganda Vivo

Vivo X500 Muncul di Geekbench: Dimensity 9600M, RAM 12GB, dan Strategi Chipset Ganda Vivo

Jelang peluncuran resmi seri flagship terbarunya, Vivo X500 standar justru “terbocor” lebih dulu lewat daftar benchmark Geekbench. Bocoran ini tidak hanya mengonfirmasi spesifikasi inti, tetapi juga memperkuat dugaan bahwa Vivo menerapkan strategi chipset ganda untuk menekan harga model dasar tanpa mengorbankan performa harian.

Skor dan Spesifikasi yang Terungkap

Vivo X500 Muncul di Geekbench: Dimensity 9600M, RAM 12GB, dan Strategi Chipset Ganda Vivo

Dalam pengujian Geekbench 6.7.1, perangkat dengan nomor model V2609A yang diidentifikasi sebagai Vivo X500 mencatat skor 2.694 untuk single-core dan 7.770 untuk multi-core. Perangkat uji ini dilengkapi RAM sekitar 11,06–11,08 GB (dipasarkan sebagai 12 GB) dan berjalan di atas Android 17 dengan antarmuka OriginOS 7.

Detail CPU yang terdeteksi menunjukkan konfigurasi 1+3+4 dengan frekuensi puncak 4,21 GHz pada core utama, tiga core performa di 3,5 GHz, dan empat core efisien di 2,7 GHz. Angka-angka ini sangat konsisten dengan chipset MediaTek Dimensity 9600M, yang secara arsitektur merupakan penyempurnaan ringan dari Dimensity 9500 tahun lalu.

Mengapa Vivo Memilih Dimensity 9600M untuk Model Dasar?

Langkah Vivo menempatkan Dimensity 9600M di X500 standar bukanlah kebetulan. Sebelumnya, perusahaan telah mengonfirmasi bahwa varian X500 Pro dan X500 Pro Max akan menggunakan Dimensity 9600 Pro, chipset flagship berbasis proses 2nm dengan clock puncak hingga 4,55 GHz.

Dengan memisahkan chipset, Vivo dapat:

Menjaga harga jual X500 standar lebih kompetitif.

Tetap menawarkan performa yang mumpuni untuk multitasking, gaming mainstream, dan pemrosesan foto/video harian.

Mengalokasikan anggaran ke komponen lain, seperti baterai berkapasitas besar atau sensor kamera yang lebih unggul.

Secara teknis, Dimensity 9600M mempertahankan konfigurasi inti dan cache yang mirip dengan 9500, namun mendapat peningkatan pada penjadwalan, frekuensi, serta dukungan fitur AI/NPU yang lebih baru.

Bocoran Spesifikasi Lain Menjelang Peluncuran

Selain chipset, sejumlah bocoran lain juga beredar di komunitas teknologi menjelang acara peluncuran di Tiongkok yang dijadwalkan pada 21 September 2026:

Baterai raksasa: Beberapa sumber menyebut kapasitas baterai model standar mencapai 7.500 mAh, angka yang sangat besar jika benar-benar diterapkan.

Kamera: Diduga X500 standar akan mengadopsi sebagian hardware kamera dari model Pro tahun sebelumnya, termasuk sensor utama berukuran 1/1,28 inci.

Software: Perangkat sudah terlihat menjalankan OriginOS 7 berbasis Android 17, yang sebelumnya dijanjikan membawa peningkatan performa dan efisiensi.

Perlu dicatat bahwa skor Geekbench ini berasal dari unit uji awal. Optimasi software final dan tuning termal masih berpotensi mengubah angka performa sedikit saat perangkat resmi dijual.

Implikasi bagi Konsumen: Kapan Harus Memilih Model Pro?

Bagi calon pembeli, pemisahan chipset ini memberi pilihan yang lebih jelas:

X500 standar cocok untuk pengguna yang mengutamakan harga lebih hemat, baterai besar, dan performa cukup untuk penggunaan harian serta gaming tidak terlalu ekstrem.

X500 Pro/Pro Max lebih ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan puncak performa, beban kerja berat seperti editing video resolusi tinggi, atau gaming kompetitif dengan pengaturan maksimal.

Seri Vivo X500 dijadwalkan unveiled di Tiongkok pada 21 September 2026, dengan peluncuran global diperkirakan menyusul beberapa pekan setelahnya. Spesifikasi final, harga, dan ketersediaan di Indonesia akan jelas setelah acara tersebut.

Next Post Previous Post