GOTO Jadi Magnet Likuiditas: Rp1 Triliun Mengalir di Sesi I
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi sorotan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi I, Jumat 2 Oktober 2026.
Dalam hitungan menit setelah pembukaan, nilai transaksi saham emiten ekosistem digital itu sudah menembus Rp1 triliun, menandai lonjakan likuiditas yang mencolok setelah beberapa hari tertekan ke level auto reject bawah (ARB).
Transaksi Meledak di Menit-Menit Awal
| (Foto Saham GOTO dari Google Finansial) |
Harga Ditekan ke Rp27, Keluar dari Fase ARB
Pada awal sesi, GOTO dibuka di level Rp28 per saham, sama dengan harga penutupan hari sebelumnya. Seiring berjalannya perdagangan sesi I, harga GOTO sempat melemah ke level Rp27 per saham atau turun sekitar 3,5 persen.
Pergerakan ini terjadi setelah GOTO sempat menyentuh ARB selama beberapa hari berturut-turut sebelumnya, termasuk pada Kamis 1 Oktober 2026 ketika saham tersebut turun 12,5 persen ke Rp28.
Asing Gencor Jual, GOTO Jadi Sasaran Utama
Di balik ramainya transaksi, data menunjukkan dominasi aksi jual oleh investor asing. Secara agregat, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) total sekitar Rp1,17 triliun pada sesi I di BEI.
Dari total tersebut, GOTO menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai net sell sekitar Rp844 miliar dan volume sekitar 31,5 miliar saham. Aksi jual asing terhadap GOTO ini merupakan kelanjutan dari hari sebelumnya, ketika asing juga mencatatkan net sell GOTO sekitar Rp68,25 miliar pada Kamis 1 Oktober 2026.
Pasar Cermati Sinyal Pemulihan atau Sekadar Volatilitas
Lonjakan volume transaksi GOTO di tengah tekanan jual asing yang besar memunculkan beragam interpretasi di kalangan pelaku pasar. Sebagian melihat ini sebagai tanda bahwa saham teknologi kembali menarik perhatian trader setelah periode tertekan, sementara yang lain menganggapnya sebagai volatilitas jangka pendek dalam proses pencarian level harga baru.
“Likuiditas tinggi membuat eksekusi order lebih mudah, tetapi juga meningkatkan risiko volatilitas harga dalam hitungan menit,” ujar seorang dealer di sebuah sekuritas Jakarta yang enggan disebut namanya.
IHSG Tertekan, GOTO Tetap Ramai
Lonjakan transaksi GOTO terjadi di tengah tekanan pada indeks utama. Pada sesi siang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dan jebol ke bawah level psikologis 6.000.
Meski demikian, GOTO justru tampil ramai dengan transaksi yang didominasi oleh aksi jual asing, sementara emiten lain seperti Telkom Indonesia (TLKM) masih dicari investor di tengah sentimen pasar yang melemah.

