Harga Perak, Kamis 1 Oktober 2026: Update Harian Terbaru

Harga Perak, Kamis 1 Oktober 2026: Update Harian Terbaru

Harga perak murni keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (1/10/2026). 

Setelah sempat rebound pada hari sebelumnya, harga komoditas logam mulia ini kembali tertekan searah dengan pergerakan pasar perak global. 

Berdasarkan pemantauan resmi di laman Logam Mulia, harga dasar perak Antam hari ini dipatok sebesar Rp 40.600 per gram, terkoreksi Rp 700 dari posisi perdagangan Rabu (30/9/2026) yang berada di level Rp 41.300 per gram. 

Rincian Harga Perak Antam Terbaru Hari Ini

Penurunan harga berlaku untuk berbagai ukuran pecahan perak murni yang ditawarkan Antam. Berikut adalah rincian harga dasar serta harga akhir setelah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%: 

Pecahan / Ukuran Harga Dasar Harga Include PPN 11%

1 Gram Rp 40.600 Rp 45.066

250 Gram Rp 10.550.000 Rp 11.710.500

500 Gram Rp 20.300.000 Rp 22.533.000

Harga aktual dan real-time, cek logammulia.com.

Catatan: Sesuai dengan regulasi perpajakan yang berlaku, pembelian perak batangan Antam dikenakan PPN sebesar 11%.

Tren Pergerakan Pekan Ini

Pergerakan harga perak dalam beberapa hari terakhir cenderung bergerak fluktuatif dengan volatilitas yang lumayan tinggi:

Selasa (29/9/2026): Terpangkas tajam sebesar Rp 1.800 ke level Rp 40.800 per gram. 

Rabu (30/9/2026): Melesat naik Rp 500 ke posisi Rp 41.300 per gram. 

Kamis (1/10/2026): Kembali jeblok Rp 700 ke posisi Rp 40.600 per gram. 

Sentimen Penggerak Pasar Global

Harga Perak, Kamis 1 Oktober 2026: Update Harian Terbaru
(Foto Harga Perak Dunia dari TradingView)

Penurunan harga perak domestik sejalan dengan tekanan di pasar komoditas internasional. Di pasar spot global, harga perak tertahan di kisaran US$ 60,12 – US$ 61,40 per troy ons.

Beberapa faktor kunci yang memengaruhi penurunan harga perak hari ini meliputi:

1. Penguatan Dolar AS: Indeks Dolar Amerika Serikat mengalami penguatan menyusul rilis data ekonomi AS (seperti pertumbuhan PDB kuartal kedua dan data tenaga kerja swasta) yang tumbuh melebihi ekspektasi. 

2. Kenaikan Imbal Hasil Obligasi: Menguatnya nilai tukar Dolar AS dan prospek suku bunga membuat komoditas tanpa imbal hasil (non-yielding assets) seperti emas dan perak menjadi kurang menarik dalam jangka pendek.

3. Tekanan Teknis: Posisi perak berjangka maupun spot tertahan di area resistensi teknis, memicu aksi profit taking oleh para pelaku pasar.

Secara teknis, pergerakan harga perak spot internasional diperkirakan menguji area support di rentang US$ 59,08 – US$ 59,74 per troy ons, sementara level resistance terdekat berada di kisaran US$ 61,38 – US$ 62,36 per troy ons. 
Next Post Previous Post