Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Industri serta Investasi


Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Industri serta Investasi

Indonesia dan Rusia sepakat memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi, serta industri strategis. Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor, Jumat (16/10/2026).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026, sekaligus melanjutkan hasil Sidang Komisi Bersama ke-14 Indonesia–Rusia di Kazan pada Mei 2026.

Fokus Kerja Sama

Kedua negara menyoroti peluang kolaborasi di sektor perkapalan dan kedirgantaraan, termasuk upaya meningkatkan kapasitas industri nasional. Pemerintah juga mendorong kemitraan antarpelaku usaha, investasi baru, serta penguatan rantai pasok di sektor pertanian, teknologi, dan industri.

Airlangga menyatakan Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Menurutnya, berbagai peluang tersebut perlu ditindaklanjuti menjadi langkah konkret yang memberi manfaat bagi pelaku usaha kedua negara.

Nilai Perdagangan Naik

Nilai perdagangan bilateral Indonesia–Rusia pada 2025 mencapai USD4,84 miliar, tumbuh sekitar 21,6 persen dari USD3,98 miliar pada 2024. Komoditas utama yang menggerakkan perdagangan kedua negara meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk.

Pemerintah juga menyambut kehadiran delegasi bisnis Rusia pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Kehadiran tersebut dinilai sebagai kesempatan untuk membangun kemitraan komersial baru dan memperluas diversifikasi perdagangan.

Peran Pelaku Usaha

Manturov menekankan bahwa hubungan antarpelaku usaha menjadi kunci perluasan perdagangan dan kerja sama ekonomi. Delegasi Rusia di TEI 2026 mengikuti pertemuan bisnis serta forum tematik tentang perdagangan, investasi, dan kerja sama industri.

Kehadiran delegasi tersebut juga merupakan tindak lanjut partisipasi Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran INNOPROM di Yekaterinburg pada Juli 2026.

Percepatan I-EAEU FTA

Pembahasan lain mencakup perkembangan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Perjanjian ini diharapkan memperluas akses pasar bagi produk unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur.

Proses ratifikasi dilaporkan mendekati penyelesaian. Kedua pihak menargetkan seluruh prosedur rampung sebelum akhir 2026 agar perjanjian dapat segera berlaku efektif dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

Dalam pertemuan itu, Airlangga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan.

Next Post Previous Post