Kurs Dolar-Rupiah, 1 Oktober 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.942
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.942-17.947 per 1 dolar AS pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026. Posisi tersebut menunjukkan rupiah masih berada dalam tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Pergerakan rupiah pada awal perdagangan terpantau fluktuatif. Berdasarkan data pasar, rupiah dibuka di kisaran Rp17.885 hingga Rp17.927 per dolar AS, sementara sejumlah sumber mencatat level pembukaan sekitar Rp17.906 per dolar AS.
Rupiah Masih Tertekan
Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS atau DXY tercatat menguat tipis ke kisaran 101,48–101,55 pada awal perdagangan. Kondisi ini membuat mata uang Asia, termasuk rupiah, cenderung bergerak melemah.
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 30 September 2026, rupiah ditutup di sekitar Rp17.870–Rp17.894 per dolar AS, bergantung pada sumber dan acuan pasar yang digunakan. Dengan demikian, level Rp17.942 mencerminkan pelemahan rupiah dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Kurs Bank Berbeda
Kurs dolar AS yang diterapkan bank dapat berbeda dari kurs pasar spot. Pada Kamis pagi, BCA mencatat kurs e-rate beli sebesar Rp17.907 dan kurs jual Rp17.927 per dolar AS. Sementara itu, Bank Mandiri menetapkan special rate beli Rp17.880 dan jual Rp17.910 per dolar AS.
Perbedaan tersebut terjadi karena setiap bank menggunakan metode penetapan kurs, waktu pembaruan, serta spread jual-beli yang berbeda. Nasabah yang membeli dolar biasanya menggunakan kurs jual bank, sedangkan nasabah yang menjual dolar kepada bank menggunakan kurs beli.
Dampak bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha
Kurs dolar di level Rp17.942 berpotensi meningkatkan biaya berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan dolar AS, seperti:
Pembelian barang impor dan bahan baku dari luar negeri.
Pembayaran langganan layanan digital berbasis dolar.
Biaya perjalanan dan pendidikan di luar negeri.
Kewajiban perusahaan yang menggunakan mata uang dolar AS.
Sebaliknya, eksportir dan penerima pendapatan dalam dolar dapat memperoleh nilai rupiah yang lebih besar ketika menukarkan dolar ke rupiah. Namun, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan fluktuasi kurs karena perubahan nilai tukar dapat memengaruhi harga jual, margin keuntungan, dan arus kas.

