Kurs Dolar-Rupiah, Jumat 2 Oktober 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.908

Kurs Dolar-Rupiah, Jumat 2 Oktober 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.908
(Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA)
Pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah (IDR) berada di kisaran Rp 17.900–17.970, dengan beberapa sumber mencatat level sekitar Rp 17.908 per dolar AS. 

Angka ini mencerminkan penguatan tipis rupiah dibandingkan penutupan Kamis (1/10) yang berakhir di Rp 17.966 per USD.

Pergerakan Hari Ini

Rupiah dibuka menguat pada Jumat pagi, tercatat di level Rp 17.941–17.955 per USD menurut data Bloomberg sekitar pukul 09.05–09.24 WIB.

Beberapa laporan menyebut rupiah “perkasa” ke level Rp 17.947/USD, didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi AS.

Secara harian, rupiah sebelumnya sempat melemah 72 poin (0,40%) pada Kamis ke Rp 17.966/USD, sehingga penguatan Jumat pagi merupakan rebound dari tekanan hari sebelumnya.

Kurs di Bank-Bank Besar (2 Oktober 2026)

Berikut kisaran kurs USD di beberapa bank pada Jumat, 2 Oktober 2026 (sumber: data pagi hari):

BCA

E-rate: beli Rp 17.920 / jual Rp 17.940

TT Counter: beli Rp 17.755 / jual Rp 18.035

Bank Mandiri

Special rate: beli Rp 17.880 / jual Rp 17.910

TT Counter: beli Rp 17.690 / jual Rp 17.990

BRI & BNI juga mencatat level serupa di kisaran Rp 17.9-an, dengan spread (selisih jual–beli) yang bervariasi tergantung jenis transaksi (e-rate, TT, bank notes).

Level Rp 17.908 yang Anda sebutkan berada sangat dekat dengan kisaran kurs beli/jual di beberapa bank dan sejalan dengan data pasar spot yang bergerak di sekitar Rp 17.940–17.966.

Faktor yang Mempengaruhi

Beberapa faktor yang disebut memengaruhi pergerakan rupiah hari ini:

Sentimen eksternal: penguatan dolar global dan dinamika imbal hasil obligasi AS.

Isu domestik dan regional: termasuk tekanan dari harga minyak dan situasi geopolitik Timur Tengah yang berpotensi menekan rupiah kembali.

Proyeksi analis: rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 17.900–18.050 untuk hari ini, dengan kecenderungan masih tertekan jika sentimen risiko meningkat.

Implikasi bagi Pelaku Usaha 

Bagi Anda yang beraktivitas bisnis:

Importir yang butuh USD akan merasakan biaya yang relatif stabil di kisaran Rp 17.900-an, namun tetap perlu memperhatikan spread bank dan waktu transaksi.

Eksportir yang menerima pembayaran dalam USD bisa memanfaatkan level ini untuk konversi, terutama jika ada ekspektasi rupiah kembali tertekan mendekati Rp 18.000.

Perencanaan kas: dengan proyeksi fluktuatif, strategi lindung nilai (hedging) atau pencicilan konversi valuta asing bisa membantu mengelola risiko kurs.

Next Post Previous Post