Kurs Dolar-Rupiah, Minggu 25 Oktober 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 18.093
![]() |
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Posisi Rupiah Pekan Ini
Sepanjang periode 19–23 Oktober 2026, rupiah melemah 34 poin atau 0,18 persen, dari Rp18.046 menjadi Rp18.080 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan menjelang akhir pekan, rupiah turun 20 poin atau 0,11 persen ke Rp18.080.
Dengan kurs pasar sekitar Rp18.093 pada Minggu, dolar naik sekitar 13 poin dari penutupan Jumat. Pergerakan ini masih berada dalam rentang yang diproyeksikan analis untuk perdagangan Senin, yaitu Rp18.080 hingga Rp18.130 per dolar AS.
Rujukan Kurs Resmi
Kurs acuan resmi yang terakhir dipublikasikan Bank Indonesia, JISDOR, tercatat Rp18.069 per US$1 pada 23 Oktober 2026, naik dari Rp18.047 pada 22 Oktober 2026.
Sementara itu, kurs transaksi BI pada 23 Oktober 2026 mencantumkan kurs beli US$1 sebesar Rp17.956,76 dan kurs jual Rp18.137,24. Artinya, angka Rp18.093 berada di tengah rentang transaksi resmi tersebut.
|
Acuan kurs |
Nilai per US$1 |
Tanggal |
|
Kurs pasar/spot |
Rp18.093 |
25 Oktober 2026 |
|
JISDOR BI |
Rp18.069 |
23 Oktober 2026 |
|
Kurs beli BI |
Rp17.956,76 |
23 Oktober 2026 |
|
Kurs jual BI |
Rp18.137,24 |
23 Oktober 2026 |
|
Kurs pajak |
Rp17.935 |
Periode terbaru |
Kurs pajak untuk US$1 juga ditetapkan sebesar Rp17.935, naik Rp72 dari periode sebelumnya.
Arti bagi Konsumen dan Pelaku Usaha
Bagi masyarakat yang akan membeli dolar tunai atau melakukan transaksi valas di bank, nilai yang berlaku umumnya berbeda dari kurs pasar karena adanya spread beli-jual. Sebagai gambaran, e-rate BCA per 24 Oktober 2026 mencatat kurs beli Rp18.022 dan kurs jual Rp18.128 per dolar AS.
Bagi importir, nilai dolar yang lebih tinggi membuat biaya pembelian barang dari luar negeri meningkat. Sebaliknya, eksportir dan penerima penghasilan dalam dolar berpotensi memperoleh nilai rupiah lebih besar dari setiap dolar yang dikonversikan.
Prospek Ke Depan
Rupiah diperkirakan masih fluktuatif dan berpotensi melemah pada awal pekan, dengan proyeksi bergerak di kisaran Rp18.080–Rp18.130 per dolar AS. Pergerakan berikutnya akan sangat dipengaruhi sentimen pasar global, arah ekspektasi suku bunga The Fed, serta kebutuhan dolar untuk transaksi impor dan pembayaran utang luar negeri.


