Kurs Dolar-Rupiah, Sabtu 3 Oktober 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.888

Kurs Dolar-Rupiah, Sabtu 3 Oktober 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.888
(Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA)
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah (IDR) pada Sabtu, 3 Oktober 2026, berada di level Rp17.888 per dolar. Angka ini merupakan kelanjutan dari penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, ketika rupiah menguat tipis ke kisaran Rp17.882–Rp17.889 per dolar.

Rupiah Menguat Tipis di Akhir Pekan

Sepanjang pekan terakhir September 2026, rupiah sempat tertekan hingga mendekati Rp18.000 per dolar. Namun, pada penutupan Rabu, 30 September, rupiah mulai pulih ke Rp17.894 per dolar. Penguatan berlanjut pada Jumat, 2 Oktober, ketika rupiah naik sekitar 0,47–0,48% ke kisaran Rp17.882–Rp17.889 per dolar.

Penguatan ini sejalan dengan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober 2026, serta upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen moneter.

JISDOR Jadi Acuan Utama

Bank Indonesia menerbitkan JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) sebagai kurs acuan spot USD/IDR hanya pada hari kerja. JISDOR disusun berdasarkan transaksi USD/IDR antarbank di pasar valuta asing Indonesia.

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, JISDOR tercatat di level Rp17.898 per dolar. Sementara itu, berbagai sumber pasar mencatat kurs spot USD/IDR di kisaran Rp17.888–Rp17.889 pada hari yang sama.

Dampak bagi Pelaku Usaha

Bagi pelaku usaha, terutama importir dan eksportir, level Rp17.888 per dolar menjadi acuan penting untuk perhitungan biaya dan pendapatan berdenominasi dolar pada akhir pekan ini.

Importir: Kenaikan rupiah terhadap dolar berarti biaya impor dalam rupiah menjadi lebih murah.

Eksportir: Penguatan rupiah dapat mengurangi pendapatan dalam rupiah dari ekspor yang dibayar dalam dolar.

Konsumen: Stabilitas nilai tukar diharapkan menjaga harga barang impor dan bahan baku tetap terkendali.

Prospek Awal Pekan Depan

Analis memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.880–Rp17.930 per dolar pada awal pekan depan. Pergerakan ini akan sangat bergantung pada sentimen pasar global, data ekonomi Amerika Serikat, serta respons kebijakan Bank Indonesia.

Bank Indonesia diperkirakan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui operasi pasar dan koordinasi dengan otoritas terkait, sejalan dengan komitmen menjaga inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Catatan untuk Pelaku Pasar

Kurs Rp17.888 per dolar pada Sabtu, 3 Oktober 2026, merupakan kurs referensi berdasarkan penutupan Jumat.

Untuk transaksi bank pada Senin, 5 Oktober 2026, gunakan kurs jual/beli masing-masing bank yang biasanya memiliki selisih (spread) terhadap kurs tengah.

Untuk keperluan pelaporan resmi, merujuk pada kurs tengah atau kurs transaksi BI pada hari kerja terkait.

Dengan stabilitas nilai tukar di kisaran saat ini, pelaku usaha diharapkan dapat lebih leluasa menyusun perencanaan bisnis dan mengelola risiko valuta asing pada kuartal keempat 2026.

Next Post Previous Post