Kurs Dolar-Rupiah, Selasa 27 Oktober 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 18.132
![]() |
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Pada penutupan perdagangan Senin, rupiah tercatat melemah 53 poin atau 0,29% ke level Rp 18.133 per dolar AS, akibat kenaikan harga minyak dan sentimen global yang kurang mendukung. Sementara itu, pada pembukaan perdagangan Selasa, sejumlah sumber pasar mencatat rupiah bergerak di kisaran Rp 18.137 hingga Rp 18.140 per dolar AS.
Pergerakan Pasar
Rupiah dibuka melemah tipis pada awal perdagangan Selasa. Data pasar spot menyebutkan rupiah dibuka di level Rp 18.137 per dolar AS, melemah 0,01% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 18.135 per dolar AS.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, ANTARA mencatat pergerakan rupiah melemah 5 poin atau 0,03% menjadi Rp 18.140 per dolar AS. Perbedaan angka kecil tersebut wajar karena setiap sumber memiliki waktu pencatatan dan metode penghitungan yang berbeda.
Dengan demikian, angka Rp 18.132 per dolar AS dapat dipahami sebagai posisi kurs yang bergerak tipis di sekitar level Rp 18.130-an pada perdagangan hari ini.
Penyebab Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah dipicu oleh beberapa faktor eksternal, terutama kenaikan harga minyak yang berpotensi menambah tekanan pada neraca perdagangan Indonesia. Sentimen global juga turut memengaruhi arah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Di sisi lain, dolar AS terpantau menguat sekitar 0,11% ke level 102.070 pada awal perdagangan. Kekuatan dolar secara umum membuat mata uang negara lain, termasuk rupiah, cenderung tertekan.
Kurs di Bank-Bank
Kurs yang dipakai masyarakat di bank umumnya berbeda dari kurs pasar karena memperhitungkan spread beli-jual. Pada Selasa pagi, BCA mencatat kurs jual e-rate dolar AS sebesar Rp 18.148, sementara kurs belinya Rp 18.128.
Bank Mandiri menetapkan special rate dengan harga beli Rp 18.065 dan harga jual Rp 18.095 per dolar AS. Untuk kebutuhan uang tunai atau bank notes, kurs jual dapat lebih tinggi karena memasukkan biaya penyediaan uang fisik.
|
Jenis Kurs |
Harga Beli |
Harga Jual |
|
BCA e-rate |
Rp 18.128 |
Rp 18.148 |
|
Bank Mandiri special rate |
Rp 18.065 |
Rp 18.095 |
|
Bank Mandiri bank notes |
Rp 18.840 |
Rp 18.140 |
Acuan Resmi
Sebagai acuan resmi, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia pada Senin, 26 Oktober 2026, berada di level Rp 18.116 per dolar AS. JISDOR umumnya menjadi rujukan yang lebih stabil dibandingkan pergerakan pasar spot yang berubah sepanjang hari.
Adapun Kementerian Keuangan menetapkan kurs pajak USD sebesar Rp 17.946 untuk periode 21 hingga 27 Oktober 2026. Kurs ini digunakan untuk keperluan administrasi perpajakan dan kepabeanan, bukan sebagai kurs transaksi valas di pasar.
Prospek Ke Depan
Arah rupiah dalam perdagangan berikutnya kemungkinan masih dipengaruhi pergerakan harga komoditas, terutama minyak, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Selama sentimen global belum membaik, rupiah berpotensi tetap bergerak dalam kisaran Rp 18.100 hingga Rp 18.150 per dolar AS.
Bagi masyarakat yang akan membeli dolar, memantau kurs jual bank dan membandingkan antarbank tetap penting karena selisih harga dapat cukup besar antara e-rate, TT counter, dan uang tunai.


