Laba Bersih AKRA Naik 34% Jadi Rp 2,21 Triliun hingga September 2026

Laba Bersih AKRA Naik 34% Jadi Rp 2,21 Triliun hingga September 2026

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,21 triliun sepanjang Januari–September 2026. Capaian tersebut meningkat 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,65 triliun.

Pertumbuhan laba bersih berjalan seiring dengan kenaikan pendapatan perseroan. Berdasarkan laporan kinerja keuangan yang dilansir dari Investasi, pendapatan AKRA mencapai Rp 46,53 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, naik 43,64% secara tahunan dari Rp 32,40 triliun.

Pendapatan Kontrak Pelanggan Mendominasi

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan masih menjadi kontributor utama bagi AKRA. Nilainya mencapai Rp 46,33 triliun, meningkat dibandingkan Rp 32,18 triliun pada Januari–September 2025.

Di sisi lain, pendapatan sewa mengalami penurunan menjadi Rp 203,97 miliar dari Rp 219,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok penjualan dan pendapatan meningkat menjadi Rp 42,92 triliun dari Rp 29,63 triliun. Meski demikian, laba bruto perseroan tetap tumbuh 30,48% menjadi Rp 3,61 triliun, dibandingkan Rp 2,77 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Laba Usaha Mencapai Rp 2,71 Triliun

Dari sisi operasional, AKRA mencatatkan laba usaha sebesar Rp 2,71 triliun, meningkat 31,71% dibandingkan Rp 2,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah komponen beban operasional menunjukkan pergerakan berbeda. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 912,07 miliar dari Rp 669,63 miliar. Sementara itu, beban penjualan turun menjadi Rp 54,26 miliar dari Rp 69,56 miliar.

Perseroan juga membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp 238,14 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp 175,65 miliar pada Januari–September 2025. Adapun bagian laba entitas asosiasi meningkat menjadi Rp 42,20 miliar dari Rp 29,08 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp 2,87 triliun, tumbuh 33,33% dibandingkan Rp 2,16 triliun pada sembilan bulan pertama tahun sebelumnya.

Total Aset Bertambah Menjadi Rp 38,63 Triliun

Pada posisi akhir September 2026, total aset AKRA tercatat sebesar Rp 38,63 triliun. Jumlah tersebut meningkat dari Rp 36,56 triliun pada akhir Desember 2025.

Total liabilitas perseroan mencapai Rp 22,38 triliun, sedangkan total ekuitas tercatat Rp 16,24 triliun. Sementara itu, saldo kas dan setara kas pada akhir periode meningkat menjadi Rp 5,97 triliun dari Rp 5,84 triliun.

 

Next Post Previous Post