Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Jumat, 2 Oktober 2026
IHSG diprediksi bergerak konsolidasi dengan kecenderungan technical rebound terbatas pada Jumat (2/10/2026), dengan area krusial di level support 6.000–6.041 dan resistance 6.150–6.227.
Sentimen pasar masih dibayangi tekanan makro global, outflow asing, dan volatilitas rupiah, sehingga strategi selective stock picking dengan manajemen risiko ketat menjadi kunci.
Konteks Pasar dan Sentimen Utama
Perdagangan awal Oktober 2026 dibuka dengan tekanan setelah IHSG menutup Rabu (30/9) di 6.071, turun 0,83%, dan sempat menyentuh 6.187 sebelum terkoreksi.
Pekan sebelumnya (28 September–2 Oktober), IHSG anjlok 3,09% ke 6.241 dengan outflow asing mencapai Rp3,5 triliun, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap suku bunga global, yield US Treasury yang tinggi, dan pelemahan rupiah.
Mekanisme short selling yang kembali dijalankan pada 1 Oktober menambah volatilitas intraday, sementara data inflasi domestik dan perkembangan geopolitik Timur Tengah menjadi katalis yang dicermati pasar.
Kiwoom Sekuritas Indonesia (KSI) memperkirakan peluang IHSG positif pada Oktober hanya 55%, lebih rendah dari pola historis, dengan skenario dasar konsolidasi di rentang 5.700–6.450.
Rekomendasi Saham
| (Foto Saham KETR dari Google Finansial) |
Saham Pilihan Oktober 2026 (Kiwoom Sekuritas)
Untuk horizon sedikit lebih panjang (Oktober 2026), KSI merombak rekomendasi dengan fokus pada perbankan besar, komoditas, infrastruktur digital, dan defensif: BBRI, BMRI, ASII, PTBA, INCO, ANTM, JSMR, JPFA, WIFI. Saham-saham ini cocok untuk akumulasi bertahap jika IHSG stabil di atas 6.000.
Penutup
Perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, diperkirakan masih dalam fase konsolidasi dengan bias technical rebound terbatas. Level 6.000–6.041 menjadi penentu arah, bertahan di atas zona ini membuka peluang uji 6.150–6.227, sementara breakdown berisiko lanjut ke 5.898–5.839.
Rekomendasi saham MDKA, AUTO, dan KETR cocok untuk trading harian dengan risk to reward menarik, sementara portofolio Oktober dapat diarahkan ke BBRI, BMRI, ASII, PTBA, INCO, ANTM, JSMR, JPFA, dan WIFI untuk eksposur lebih stabil.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan membeli/menjual. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

