Samsung Diduga Siapkan One UI 10 yang Lebih Cerdas, Ringan, dan Terhubung
Samsung dikabarkan sedang menyiapkan perombakan besar untuk One UI 10, dengan perubahan yang disebut “signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya.” Klaim ini berasal dari sumber yang dikutip Nokia Power User dan dikonfirmasi sebagian oleh tipster Samsung terkenal, Ice Universe meski Samsung sendiri belum memberikan konfirmasi resmi.
Arah Baru One UI 10
Laporan itu menyebut Samsung tidak hanya ingin memperbarui tampilan, tetapi mengubah filosofi penggunaan perangkat Galaxy. Perubahan utamanya berfokus pada tiga hal: cara aplikasi bekerja, pengurangan langkah yang tidak perlu, dan integrasi antarperangkat yang lebih mulus.
|
Aspek |
Perubahan yang dikabarkan |
|
Penggunaan aplikasi |
Data dari kalender, lokasi, dan komunikasi digabungkan dalam satu
tampilan kontekstual, bukan terpisah di banyak aplikasi. |
|
Kemudahan penggunaan |
Samsung ingin mengurangi “beban kognitif” dengan menghapus ketukan,
menu tersembunyi, dan lapisan navigasi yang tidak perlu. |
|
Ekosistem |
Handoff antara ponsel, tablet, dan perangkat wearable Galaxy akan
ditingkatkan agar terasa lebih menyatu. |
|
AI |
Fitur AI harian kemungkinan tetap gratis, sementara integrasi pihak
ketiga dan pemrosesan AI berat bisa menjadi fitur berlangganan. |
Dari “App Silos” ke Contextual Flow
Perubahan paling menarik adalah konsep Contextual Flow. Alih-alih memaksa pengguna berpindah antara aplikasi kalender, peta, pesan, atau catatan, One UI 10 diduga akan menyatukan informasi yang relevan dalam satu sudut pandang.
Sebagai contoh, saat pengguna menjadwalkan perjalanan, sistem dapat menampilkan jadwal rapat, rute, perkiraan waktu tempuh, pesan terkait, dan pengingat dalam satu alur. Pendekatan ini mirip dengan tren antarmuka berbasis AI, di mana sistem aktif merangkai konteks pengguna alih-alih hanya menyediakan aplikasi secara terpisah.
AI Bisa Jadi Fitur Berbayar?
Laporan tersebut juga menyinggung kemungkinan model two-tier untuk layanan AI Samsung. Fungsi AI dasar untuk kebutuhan sehari-hari diyakini tetap gratis, tetapi kemampuan lanjutan—misalnya integrasi pihak ketiga atau pemrosesan komputasi tinggi berpotensi ditaruh di balik langganan.
Jika benar, ini akan menjadi keputusan penting bagi Samsung. Di satu sisi, biaya komputasi AI memang besar; di sisi lain, pengguna Galaxy mungkin menilai fitur yang sebelumnya gratis sebagai bagian dari nilai jual perangkat premium.
Kapan Dirilis?
Belum ada jadwal resmi. Namun, sejumlah laporan memperkirakan One UI 10 akan berbasis Android 18 dan tiba sekitar tahun 2027. Ada kemungkinan perangkat pertama yang menjalankannya adalah Galaxy Z Fold 9 dan Z Flip 9, meskipun beberapa spekulasi juga menyebut seri Galaxy S sebagai kandidat peluncur.
Samsung juga dikabarkan akan merilis developer preview jauh sebelum peluncuran final, sehingga pengembang dan pengguna awal bisa mencoba arah baru sistem ini lebih dulu.
Apakah Pengguna Perlu Menunggu?
Bagi pengguna Galaxy terbaru, laporan tersebut menyarankan untuk tidak menunda pembelian perangkat hanya karena One UI 10. Samsung diklaim akan memastikan fitur utama One UI 10 tetap berjalan baik pada flagship Galaxy S dan perangkat lipat Z terbaru melalui strategi dukungan perangkat lunak jangka panjang.
Namun, karena semua informasi ini masih berupa kebocoran dan belum dikonfirmasi Samsung, sebaiknya ditanggapi sebagai rumor menarik bukan kepastian produk.


