Update Harga Emas Dunia: USD 4.140/Ounce pada Sabtu, 3 Oktober 2026
Harga emas dunia di pasar spot ditutup melemah di kisaran USD 4.140 per troy ounce pada akhir perdagangan pekan ini, Sabtu (3/10/2026).
Koreksi sebesar 0,9% ini terutama didorong oleh penguatan indeks Dolar AS serta masih tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).
Penguatan mata uang Dolar AS membuat logam mulia yang didenominasi dalam mata uang tersebut relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang non-USD, sehingga menekan permintaan global di pasar spot.
Faktor Utama Penggerak Pasar
Penurunan harga emas akhir pekan ini dipengaruhi oleh beberapa sentimen makroekonomi kunci:
Penguatan Dolar AS: Indeks Dolar bergerak menguat dan menahan laju kenaikan emas yang sempat mendekati rekor tertinggi.
Tingginya Imbal Hasil Obligasi AS: Yield obligasi US Treasury tenor 10 tahun yang bertahan di level tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) bagi investor dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed: Meskipun data ketenagakerjaan AS menunjukkan sinyal moderasi, pasar masih mengantisipasi langkah kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed) terkait kepastian arah suku bunga ke depan.
Dampak pada Harga Emas Batangan Domestik
| (Foto Harga Emas Dunia dari TradingView) |
Prospek Pasar Pekan Depan
Memasuki pekan depan, para pelaku pasar akan mencermati data inflasi dan indikator ekonomi AS terbaru. Secara teknikal, pergerakan emas diperkirakan akan menguji area pertahanan (support) terdekat pada rentang USD 4.120–4.130/ounce.
Jika sentimen Dolar AS mulai terdesak, emas berpotensi kembali rebound menuju area perlawanan (resistance) di level USD 4.180–4.200/ounce.

