Xiaomi Door and Window Sensor 3 Resmi Mengikuti Crowdfunding, Baterai Tahan Hingga Tiga Tahun
Xiaomi telah meluncurkan Door and Window Sensor 3 di Tiongkok melalui kampanye crowdfunding di platform Xiaomi Youpin. Kampanye tersebut dibuka pada 12 Oktober dan akan berjalan hingga 19 Oktober, dengan harga pendanaan sebesar 44 yuan atau sekitar Rp107 ribu.
Sensor ini merupakan penerus Door and Window Sensor 2 yang diluncurkan pada 2020. Perubahan utamanya ada pada efisiensi daya: Xiaomi mengklaim baterai kancing CR2032 dapat bertahan hingga tiga tahun, jauh lebih lama dibanding sekitar satu tahun pada model sebelumnya. Aplikasi Xiaomi Home juga akan mengirimkan peringatan saat baterai mulai lemah.
Teknologi Sensor Baru
Xiaomi mengganti sensor Hall pada generasi sebelumnya dengan sensor tunnel magnetoresistive (TMR). Teknologi ini diklaim memberikan respons yang lebih cepat sekaligus mengonsumsi daya lebih rendah dibanding sensor Hall tradisional.
Namun, ada kemungkinan satu fitur hilang pada model baru. Xiaomi tidak menyebutkan adanya sensor cahaya seperti pada Door and Window Sensor 2. Pengguna yang sebelumnya memanfaatkan pembacaan cahaya untuk otomatisasi rumah pintar mungkin perlu memakai perangkat terpisah, misalnya Mijia Light Sensor.
Fitur Pemantauan
Setelah dipasangkan dengan gateway Bluetooth Mesh, sensor ini dapat dipantau melalui aplikasi Xiaomi Home. Pengguna dapat melihat status pintu, jendela, laci, atau lemari apakah sedang terbuka maupun tertutup.
Selain status real-time, aplikasi juga mencatat riwayat deteksi, menghitung jumlah buka-tutup harian, serta menampilkan berapa lama pintu atau jendela tetap terbuka atau tertutup. Notifikasi juga dapat dikirim ke ponsel saat sensor mendeteksi perubahan.
Otomatisasi Rumah Pintar
Door and Window Sensor 3 mendukung Xiaomi Smart Connect sehingga dapat dihubungkan dengan berbagai perangkat rumah pintar lainnya, termasuk sakelar pintar, pendingin udara, detektor kebocoran air, termometer, dan higrometer.
Beberapa contoh otomatisasi yang dapat dibuat antara lain:
Menyalakan lampu saat pintu dibuka.
Mematikan AC saat jendela dibuka.
Mengirim pengingat untuk menutup jendela saat hujan atau kelembapan meningkat.
Seluruh otomatisasi perlu diatur melalui aplikasi Xiaomi Home, sementara perangkat pendukung harus dibeli terpisah. Beberapa fitur juga bergantung pada cara sensor dipasang dan digunakan.
Desain Ringkas untuk Berbagai Permukaan
Sensor ini hadir dengan bodi kecil dan ringan sehingga dapat dipasang pada pintu, jendela, laci, pintu lemari, maupun kotak penyimpanan. Xiaomi juga mencantumkan panduan pemasangan pada bodi sensor agar pengguna dapat menyelaraskannya dengan benar terhadap magnet.
Dengan harga crowdfunding sekitar US$6, sensor ini menawarkan peningkatan signifikan dalam masa pakai baterai dan kecepatan deteksi. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai ketersediaannya di pasar internasional, termasuk Indonesia.



