Bisnis Kendaraan Listrik VKTR Tumbuh Pesat, Kontribusi Capai 17%
Ekspansi kendaraan listrik komersial terus menjadi motor penggerak kinerja PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Sepanjang Januari–September 2026, perusahaan membukukan penjualan kendaraan listrik senilai Rp 186 miliar, tumbuh 91 persen dibandingkan Rp 98 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi bisnis kendaraan listrik terhadap total pendapatan VKTR juga meningkat menjadi 17 persen, naik dari 14 persen pada Januari–September 2025. Kenaikan ini menunjukkan bahwa segmen EV mulai memperkuat posisinya dalam struktur pendapatan perusahaan.
Pendapatan Tembus Rp 1,06 Triliun
Secara keseluruhan, VKTR mencatatkan pendapatan Rp 1,06 triliun hingga kuartal III/2026. Angka tersebut tumbuh 49 persen secara tahunan dari Rp 717 miliar pada periode Januari–September 2025.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya ditopang penjualan kendaraan listrik, tetapi juga kinerja manufaktur suku cadang otomotif. Segmen ini tetap menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp 880 miliar, naik 41 persen dari Rp 623 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Strategi Jangka Panjang
Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, menyatakan perkembangan pasar kendaraan listrik komersial di Indonesia membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas keterlibatannya dalam industri tersebut.
“Fokus kami bukan hanya meningkatkan penjualan kendaraan, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui penguatan manufaktur dalam negeri, perluasan portofolio, serta pengembangan solusi yang membuat adopsi kendaraan listrik semakin relevan secara operasional dan finansial bagi pelanggan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan strategi VKTR untuk tidak sekadar menjual unit kendaraan, melainkan membangun ekosistem mobilitas listrik yang lebih luas, mulai dari produksi, layanan, hingga solusi operasional bagi pelanggan.
Laba dan Kondisi Keuangan
Dari sisi profitabilitas, VKTR membukukan laba bersih Rp 12,1 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Nilai ini meningkat 47 persen dibandingkan Rp 8,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan mengaitkan pertumbuhan laba dengan pengendalian biaya yang lebih baik di tengah peningkatan aktivitas bisnis. Efisiensi operasional tersebut berjalan seiring dengan perluasan skala usaha dan penyelesaian sejumlah proyek.
Hingga akhir September 2026, total aset VKTR mencapai Rp 2.026 miliar atau naik 13 persen secara year-to-date (YTD). Kenaikan tersebut terutama berasal dari pertumbuhan piutang usaha, persediaan, dan uang muka yang berkaitan dengan aktivitas bisnis serta proses produksi proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 39 persen secara YTD menjadi Rp 768 miliar, sejalan dengan kebutuhan operasional dan modal kerja. Ekuitas perusahaan juga naik 1 persen menjadi Rp 1.258 miliar pada periode yang sama.
Prospek ke Depan
Pertumbuhan penjualan kendaraan listrik VKTR mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap transportasi komersial rendah emisi di Indonesia. Dengan penguatan manufaktur domestik, perluasan portofolio produk, serta pengembangan layanan berbasis mobilitas listrik, perusahaan berupaya menjadikan bisnis EV sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang.


