Kurs Dolar-Rupiah, Rabu 4 November 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 18.133

Kurs Dolar-Rupiah, Rabu 4 November 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 18.133
(Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA)
Kurs dolar AS terhadap rupiah pada Rabu, 4 November 2026, berada di kisaran Rp 18.110-18.133 per dolar AS. Angka tersebut menempatkan rupiah di area yang relatif stabil, meski pergerakannya masih dipengaruhi sentimen pasar global dan ekspektasi terhadap kebijakan moneter.

Pergerakan Kurs Hari Ini

Berdasarkan data pasar, USD/IDR sempat tercatat di sekitar Rp 18.135,70, naik tipis 0,02% dari sesi sebelumnya. Pada perdagangan pagi, sejumlah sumber mencatat rupiah dibuka menguat ke kisaran Rp 18.110–Rp 18.140 per dolar AS, sebelum bergerak dinamis di sekitar level Rp 18.133.

Indikator

Level

Kurs acuan yang dirujuk

Rp 18.133 per USD

Pergerakan harian

Naik tipis sekitar 0,02%

Kisaran intraday

Rp 18.098–Rp 18.140

Penutupan sesi sebelumnya

Sekitar Rp 18.135–Rp 18.160

Posisi Rupiah di Pasar

Rupiah masih berada di wilayah pelemahan jangka menengah. Data pasar menunjukkan mata uang Indonesia melemah sekitar 1,14% dalam sebulan terakhir dan 8,75% dalam 12 bulan terakhir, sehingga tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda.

Pada perdagangan Selasa, 3 November 2026, rupiah spot sempat ditutup melemah tipis 0,02% ke Rp 18.160 per dolar AS. Namun, berdasarkan Jisdor Bank Indonesia, rupiah justru menguat 0,07% ke Rp 18.148 per dolar AS.

Proyeksi Pergerakan

Analis menilai rupiah berpotensi bergerak pada kisaran Rp 18.100 hingga Rp 18.250 per dolar AS pada perdagangan Rabu. Bila kondisi pasar relatif terkendali, level Rp 18.150–Rp 18.210 diproyeksikan menjadi area pergerakan utama.

Tekanan eksternal tetap menjadi faktor utama, terutama penguatan dolar AS global dan ketidakpastian pasar keuangan internasional. Di sisi lain, penurunan harga minyak memberi sedikit ruang bagi rupiah untuk bertahan di sekitar level Rp 18.100-an.

Faktor yang Perlu Dipantau

Arah indeks dolar AS global, yang berpengaruh langsung terhadap tekanan pada rupiah.

Pergerakan harga komoditas, khususnya minyak, karena memengaruhi neraca perdagangan Indonesia.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku biga Bank Indonesia dan The Fed.

Arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia, yang dapat memperkuat atau menekan rupiah secara cepat.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk membeli, menjual, atau menyimpan mata uang, saham, maupun instrumen keuangan lainnya.

Next Post Previous Post