MEDC Bagikan Dividen Interim Rp540 Miliar

 

MEDC Bagikan Dividen Interim Rp540 Miliar

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan pembagian dividen tunai interim tahun buku 2026 senilai US$30 juta, atau sekitar Rp540 miliar berdasarkan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. Dividen tersebut akan dibayarkan paling lambat pada 2 Desember 2026.

Pengumuman ini disampaikan di tengah kinerja keuangan MEDC pada semester I 2026 yang tumbuh kuat, ditopang oleh produksi minyak dan gas, perbaikan harga minyak dunia, serta kontribusi investasi pertambangan melalui PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Jadwal Dividen MEDC

Dividen interim telah disetujui Direksi dan Dewan Komisaris pada 29 Oktober 2026, lalu diumumkan kepada pemegang saham pada 2 November 2026. Perusahaan akan mengumumkan kurs dolar AS yang digunakan untuk pembayaran pada 13 November 2026.

Agenda

Tanggal

Cum dividen pasar reguler dan negosiasi

10 November 2026

Ex dividen pasar reguler dan negosiasi

11 November 2026

Cum dividen pasar tunai

12 November 2026

Tanggal pencatatan pemegang saham

12 November 2026

Pengumuman kurs dolar AS ke rupiah

13 November 2026

Ex dividen pasar tunai

13 November 2026

Pembayaran dividen

2 Desember 2026


Bagi investor yang membeli melalui pasar reguler atau negosiasi, kepemilikan saham MEDC perlu tercatat paling lambat 10 November 2026 agar berhak menerima dividen. Sementara itu, daftar pemegang saham yang berhak ditetapkan pada 12 November 2026 hingga pukul 16.00 WIB.

Kinerja Semester I 2026

Pada Januari–Juni 2026, MEDC membukukan pendapatan sekitar Rp25,47 triliun, naik sekitar 23,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA perusahaan tercatat Rp14,49 triliun, dengan laba kotor Rp10,58 triliun.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai sekitar Rp4,96 triliun, melonjak sekitar 796,6% secara tahunan. Peningkatan tersebut terutama berasal dari pertumbuhan produksi migas, membaiknya harga minyak dunia, dan kontribusi pertambangan setelah smelter AMMN beroperasi dengan kapasitas penuh.

Indikator

Semester I 2026

Pendapatan

Rp25,47 triliun

EBITDA

Rp14,49 triliun

Laba kotor

Rp10,58 triliun

Laba bersih pemilik entitas induk

Rp4,96 triliun

Total aset

Rp162,54 triliun

Total utang konsolidasi

Rp74,30 triliun

Kas dan setara kas

Rp25,24 triliun


Tiga Pilar Bisnis MEDC

Medco Energi adalah perusahaan energi dan sumber daya alam yang didirikan Arifin Panigoro pada 1980. Perusahaan mulai dari jasa pengeboran minyak dan gas, kemudian tumbuh menjadi salah satu perusahaan energi swasta besar di Indonesia dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 1994 dengan kode MEDC.

Minyak dan gas

Bisnis inti MEDC mencakup eksplorasi, pengembangan, produksi, hingga pemasaran minyak dan gas di Indonesia serta sejumlah negara lain, termasuk Thailand dan Oman. Aset utamanya meliputi Blok Corridor, South Natuna Sea Block B, Blok 60 Oman, dan proyek gas Senoro.

Pada semester I 2026, rata-rata produksi minyak dan gas perusahaan mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari. Gas menyumbang sekitar 72% dari total volume produksi tersebut.

Ketenagalistrikan

Kegiatan listrik dikelola melalui PT Medco Power Indonesia, yang mengembangkan dan mengoperasikan pembangkit untuk kebutuhan industri serta jaringan kelistrikan. Portofolionya mencakup pembangkit berbasis gas, surya, panas bumi, dan air skala kecil.

Penjualan listrik MEDC pada semester I 2026 mencapai 2.323 GWh. Sekitar 25% volume tersebut berasal dari pembangkit energi terbarukan.

Pertambangan mineral

MEDC memiliki kepemilikan nonpengendali di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), pengelola tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. AMMN juga mengembangkan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral.

Operasional smelter pada kapasitas penuh menjadi salah satu pendorong kontribusi sektor pertambangan terhadap kinerja MEDC pada semester I 2026.

Makna bagi Investor

Pembagian dividen interim Rp540 miliar menunjukkan posisi likuiditas dan arus kas MEDC yang relatif kuat setelah pencatatan laba semester I 2026 yang tinggi. Namun, nilai dividen per lembar saham belum diumumkan karena pembayaran dilakukan dalam dolar AS dan bergantung pada kurs resmi yang akan ditetapkan perusahaan.

Sementara itu, harga saham MEDC tercatat melemah 3,52% ke Rp1.235 pada awal sesi perdagangan Rabu, 4 November 2026. Investor perlu memperhatikan tanggal cum dividen agar tidak melewatkan hak atas pembayaran dividen interim tersebut.

Next Post Previous Post