Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Jadi Penyerap Tenaga Kerja Lokal
Penyerapan tenaga kerja lokal di pabrik BYD kawasan Subang Smartpolitan telah mencapai 5.000 orang. Angka tersebut menjadi sorotan setelah sekelompok organisasi masyarakat mendatangi kawasan industri tersebut dan meminta perusahaan memberikan prioritas pekerjaan kepada warga setempat.
Di tengah tuntutan tersebut, BYD sebenarnya telah melibatkan ribuan pekerja Indonesia dalam kegiatan manufakturnya. Perusahaan asal Tiongkok itu juga menyatakan berencana meningkatkan jumlah tenaga kerja hingga 20.000 orang ketika fasilitas produksinya mencapai kapasitas maksimal.
Tuntutan Pekerja Lokal
Kedatangan kelompok yang dinarasikan sebagai organisasi masyarakat dalam sebuah video yang beredar di media sosial kembali memunculkan persoalan seputar aktivitas pabrik tersebut. Mereka meminta BYD mengutamakan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan.
Selain kesempatan kerja, kelompok tersebut turut menyoroti kerja sama terkait perizinan tata ruang dan pengelolaan limbah produksi. Mereka meminta BYD melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek tersebut.
Peristiwa ini bukan kali pertama pembangunan fasilitas produksi BYD di Subang mendapat gangguan. Sebelum pabrik diresmikan dan mulai beroperasi, aktivitas pembangunan pada 2025 juga sempat diwarnai persoalan yang dikaitkan dengan aksi premanisme dan gangguan organisasi masyarakat.
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno pernah menyampaikan persoalan tersebut saat menghadiri undangan Pemerintah Tiongkok dalam rangkaian kunjungan ke Shenzhen. Ia menilai pemerintah perlu mengambil tindakan tegas terhadap gangguan yang menghambat pembangunan fasilitas produksi.
“Sempat ada permasalahan terkait premanisme, ormas yang mengganggu pembangunan sarana produksi BYD. Saya kira itu harus tegas. Pemerintah perlu tegas untuk kemudian menangani permasalahan ini,” kata Eddy dalam unggahan Instagram-nya kala itu.
5.000 Tenaga Kerja Indonesia
Fasilitas manufaktur BYD di Subang memiliki nilai investasi sekitar Rp11,7 triliun. Dalam peresmian pada 3 September 2026, Vice President BYD Co., Ltd Liu Xueliang mengungkapkan bahwa perusahaan telah merekrut lebih dari 5.000 pekerja asal Indonesia.
Jumlah tersebut memperlihatkan keterlibatan tenaga kerja dalam negeri dalam kegiatan produksi kendaraan listrik BYD. Perusahaan juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan para pekerja Indonesia yang dinilai memiliki dedikasi dan ketekunan dalam mempelajari teknologi manufaktur kendaraan listrik.
“Tenaga kerja di Indonesia 5 ribu orang lebih, staf Indonesia sangat rajin dan tekun dalam melakukan pekerjaan,” ucap Liu saat peresmian pabrik pada September 2026.
Target 20 Ribu Pekerja
Jumlah tenaga kerja lokal yang saat ini mencapai lebih dari 5.000 orang bukan merupakan batas akhir perekrutan BYD. Perusahaan menyiapkan target peningkatan jumlah pekerja sejalan dengan pertumbuhan skala produksi dan kemampuan operasional pabrik.
Ketika fasilitas manufaktur tersebut beroperasi pada kapasitas produksi maksimal, BYD menargetkan dapat melibatkan total 20.000 pekerja Indonesia. Target ini menunjukkan rencana perusahaan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja domestik melalui pengembangan fasilitas di Subang.
“Pabrik ini ketika sudah mencapai kapasitas produksi maksimal. Target kami 20 ribu pekerja Indonesia yang bisa bergabung,” tambah Liu Xueliang.
Dampak bagi Industri Lokal
Pengembangan pabrik tersebut juga diharapkan memberikan manfaat bagi industri komponen kendaraan di dalam negeri. Dengan proses manufaktur yang dijalankan secara menyeluruh di Indonesia, keberadaan fasilitas produksi BYD di Subang tidak hanya diarahkan untuk menyerap tenaga kerja, tetapi juga mendorong perkembangan industri komponen lokal.
Pabrik BYD Subang dibangun di atas lahan seluas 126 hektare dan memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan listrik per tahun. Dengan demikian, pengembangan kegiatan produksi BYD mencakup penyerapan pekerja Indonesia sekaligus penguatan keterlibatan industri komponen lokal.


