Anarki dalam Protes: Rumah Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Sri Mulyani Jadi Sasaran Jarah
Dalam protes yang berujung anarki ini, rumah beberapa pejabat menjadi sasaran penjarahan oleh massa. Rumah Anggota DPR RI Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diserbu dan dijarah massa. Penjarahan ini terjadi bertahap, dimulai dari rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, kemudian dilanjutkan ke rumah Eko Patrio dan Uya Kuya, yang keduanya adalah anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN). Akhirnya, rumah Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan juga diserbu massa pada dini hari.
Massa merusak dan mengambil barang-barang berharga dari rumah-rumah tersebut, termasuk kursi, guci, lukisan, televisi, panci, dan perhiasan. Kejadian ini direkam dan video penjarahan tersebar di media sosial. Sepanjang aksi ini, terlihat tidak ada pengamanan yang cukup dari aparat sehingga massa dengan mudah menguasai lokasi dan membawa barang-barang dari rumah-rumah tersebut.
Aksi massa ini diduga dipicu oleh kemarahan masyarakat terhadap pejabat, termasuk terkait momen kontroversial anggota DPR berjoget di sidang MPR RI yang terjadi beberapa hari setelah pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR yang cukup signifikan, menimbulkan kemarahan luas di masyarakat.
Meski Eko Patrio dan Uya Kuya sempat menyampaikan permintaan maaf secara terpisah atas perilaku yang dianggap menyakiti hati rakyat, hal itu tidak mencegah rumah mereka untuk tetap menjadi sasaran penjarahan massa. Aparat militer baru hadir di lokasi setelah penjarahan terjadi untuk memulihkan situasi keamanan.
Jadi, dalam aksi protes yang berubah menjadi anarki ini, rumah Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Sri Mulyani menjadi sasaran penjarahan oleh massa yang marah atas berbagai isu terkait pejabat dan kebijakan pemerintah saat ini.


