Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Sabtu 30 Agustus 2025
![]() |
| (Foto Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Sabtu 30 Agustus 2025) |
Pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025, IHSG mencatat penurunan signifikan sekitar 1,53% ke level 7.830, dengan adanya tekanan jual asing yang cukup besar pada sesi tersebut.
Meski demikian, Direktur Pengembangan BEI menyatakan bahwa secara fundamental, pasar saham Indonesia masih sangat solid dan koreksi yang terjadi adalah bagian dari dinamika pasar setelah mencapai level tertinggi sebelumnya. Hal ini menunjukkan koreksi bersifat teknikal wajar, bukan disebabkan oleh perubahan fundamental yang mendasar.
Dari segi teknikal, analis memprediksi IHSG cenderung konsolidasi pada kisaran support 7.800 hingga 7.900 dan resistance di sekitar 8.000 hingga 8.050. IHSG saat ini sedang dalam tren sideways (bergerak mendatar) dan jika mampu menembus resistance 8.025, maka ada potensi tren naik lanjutan menuju level 8.100 hingga 8.180. Sebaliknya, jika gagal menembus level resistance tersebut, IHSG kemungkinan masih akan bergelut di antara kisaran support-resistance tersebut hingga ada katalis penggerak yang baru.
Indikator teknikal MACD menunjukkan keadaan netral, artinya peluang penguatan atau koreksi masih sama besarnya sehingga investor disarankan untuk mewaspadai potensi volatilitas pasar dalam jangka pendek.
Rekomendasi Saham Potensial
Berdasarkan rekomendasi dan analisa dari beberapa sekuritas, berikut beberapa saham yang layak diperhatikan untuk persiapan hari kerja berikutnya:
📈 PGEO (Pertamina Geothermal Energy): Harga terakhir menunjukkan support di level sekitar 1.000 dan resistance di 1.085 dengan target kenaikan di kisaran tersebut. Saham ini masuk ke sektor energi yang sedang mendapat perhatian karena potensi pertumbuhan energi terbarukan.
📈 SIDO (Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul): Saham ini juga menunjukkan pola teknikal yang mengindikasikan adanya peluang rebound dengan support di sekitar 525 dan target naik di kisaran 540.
📈 BBNI (Bank Negara Indonesia) dan 📈 BBYB (Bank Neo Commerce): Sektor perbankan menjadi favorit karena arus dana asing masih terfokus ke saham-saham ini, yang menunjukkan keyakinan investor terhadap kinerja korporasi perbankan.
📈 KLBF (Kalbe Farma): Meskipun saat ini dalam tren turun, level support cukup kuat di 1.365 dan berpeluang rebound jika bisa bertahan pada level ini dengan target naik di 1.435.
📈 MNCN (Media Nusantara Citra) dan 📈 ADMR (Alamtri Minerals Indonesia) juga direkomendasikan untuk diperhatikan dengan potensi rebound dalam jangka pendek.
Kondisi Pasar dan Faktor Pendukung
![]() |
| (Foto IHSG melalui laman Google Finansial) |
Sentimen positif datang dari kondisi ekonomi global terutama Amerika Serikat yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan perbaikan investasi. Hal ini berpotensi mendorong aliran dana asing ke pasar saham Indonesia kembali meningkat setelah periode volatilitas. Selain itu, adanya harapan pemotongan suku bunga oleh The Fed dan meredanya ketegangan perdagangan memberi optimisme tambahan bagi pasar modal domestik.
Namun investor juga disarankan untuk berhati-hati terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) yang sering terjadi saat indeks pasar berada pada level tertinggi, serta dinamika geopolitik dan kondisi makro domestik yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar.
Kesimpulan
- IHSG pada Sabtu, 30 Agustus 2025 tidak bergerak karena pasar tutup, namun kondisi terakhir menunjukkan koreksi teknikal setelah reli kuat sebelumnya.
- Rentang pergerakan IHSG yang dinamis di kisaran 7.800-8.050 menunjukkan kemungkinan konsolidasi sampai ada katalis baru.
- Saham di sektor energi, perbankan, dan farmasi menjadi perhatian utama dengan beberapa saham rekomendasi sebagai potensi pembelian.
- Fundamental pasar saham Indonesia dinilai solid, tapi investor perlu waspada terhadap volatilitas dan aksi ambil untung.
- Rekomendasi saham PGEO, SIDO, BBNI, BBYB, KLBF, MNCN, dan ADMR bisa menjadi acuan bagi investor yang mencari kesempatan di tengah pasar yang sedang berfluktuasi.
Informasi dan analisa di atas dapat dijadikan referensi untuk mengambil keputusan investasi menjelang perdagangan hari Senin, 1 September 2025, ketika pasar kembali buka setelah akhir pekan.



