Penerbangan Internasional Dibuka, BI Hadirkan Transaksi QRIS

Penerbangan Internasional Dibuka, BI Hadirkan Transaksi QRIS

Pembukaan penerbangan internasional kembali di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada 5 September 2025 menandai momentum penting bagi transportasi udara dan ekonomi Jawa Tengah. Penerbangan perdana rute Semarang–Kuala Lumpur yang dioperasikan maskapai AirAsia dengan frekuensi tujuh kali dalam seminggu ini disambut antusiasme tinggi. 

Data penjualan tiket tercatat sudah mencapai lebih dari 9.000 tiket dalam waktu kurang dari lima hari. Penerbangan ini dinilai memberikan alternatif perjalanan yang lebih murah, efisien, serta menghemat waktu, dibandingkan sebelumnya wisatawan harus transit di Surabaya dengan perjalanan lanjutan menggunakan transportasi lain seperti kereta api.

Secara statistik, Bandara Ahmad Yani telah menunjukkan tren positif dalam pergerakan penumpang dan kargo. Pada semester pertama 2025, total penumpang yang datang dan berangkat mencapai 1.104.719 orang, naik 6,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Rata-rata ada 7.300 penumpang yang melayani per hari. Peningkatan signifikan juga terlihat pada pergerakan pesawat udara, bertambah 9 persen, yaitu dari 8.467 menjadi 9.214 pergerakan. 

Pergerakan kargo tumbuh pesat hingga 65 persen menjadi 13.198 ton, dibanding 8.000 ton tahun lalu. Puncak pergerakan penumpang terjadi pada bulan April 2025 dengan 218.294 penumpang, didukung momentum libur Lebaran Idulfitri. Penerbangan internasional yang sudah dibuka diharapkan semakin mendorong pertumbuhan jumlah penumpang dan aktivitas kargo hingga akhir tahun ini.

Pembukaan kembali status internasional Bandara Ahmad Yani ini merupakan bagian dari penetapan 36 bandara berstatus internasional oleh pemerintah, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperluas konektivitas transportasi udara di luar kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

 Menteri Perhubungan menegaskan bahwa pembukaan rute internasional ini tidak hanya menyediakan sarana mobilitas wisatawan mancanegara dan pelaku usaha, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat posisi Indonesia di jaringan konektivitas global. Pemerintah memberikan tenggat waktu dua tahun untuk memastikan peningkatan jumlah penumpang, di mana status internasional bandara dapat dicabut jika tidak ada pertumbuhan.

Dukungan terhadap aktivitas ekonomi dan pariwisata tidak hanya terlihat dari sisi transportasi, tetapi juga pada kemudahan transaksi finansial antarnegara. Bank Indonesia menghadirkan transaksi QRIS Crossborder di Bandara Ahmad Yani untuk mendukung kelancaran pembayaran tanpa menggunakan mata uang tunai atau penukaran uang asing. 

QRIS Crossborder ini memudahkan wisatawan asing melakukan pembayaran dengan menggunakan QRIS, sekaligus memfasilitasi transaksi wisatawan Indonesia di luar negeri. Sistem ini meningkatkan keamanan dan efisiensi transaksi lintas negara serta memberikan kuotasi mata uang lokal yang kompetitif.

Dari perspektif ekonomi dan bisnis, pembukaan penerbangan internasional ini juga memberikan angin segar bagi pelaku usaha lokal dan pariwisata di Jawa Tengah. Dengan akses langsung internasional ke Kuala Lumpur dan rencana pembukaan rute Semarang–Singapura oleh maskapai Scoot pada akhir 2025, potensi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara diperkirakan meningkat hingga 38 persen, lebih tinggi dari peningkatan 28 persen tahun sebelumnya. 

Produk lokal juga akan semakin mudah menembus pasar internasional. Para pelaku pariwisata dan perusahaan perjalanan menyambut baik langkah ini yang membuka peluang pasar lebih luas untuk wilayah Jawa Tengah. Bahkan wisatawan asing yang ikut penerbangan perdana merasa perjalanan lebih praktis dan efisien, dibandingkan harus transit dan perjalanan lanjutan sebelumnya.

Selain Bandara Ahmad Yani, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang juga telah kembali melayani penerbangan internasional sejak Juli 2025 dengan rute Kuala Lumpur–Palembang, memperlihatkan tren positif serupa. Ini menegaskan kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan bandara-bandara regional menjadi hub internasional sebagai strategi penguatan aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Dengan demikian, pembukaan penerbangan internasional di Bandara Ahmad Yani disokong oleh data statistik peningkatan penumpang dan kargo yang positif, didukung oleh kemudahan transaksi QRIS lintas negara dari Bank Indonesia, serta antusiasme masyarakat dan pelaku usaha yang melihat peluang ekonomi dan pariwisata yang menjanjikan di Jawa Tengah. 

Langkah ini dipandang sebagai bagian penting dari strategi nasional dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah regional dan global melalui konektivitas transportasi udara yang luas dan efisien. 

Semua ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian daerah serta memperkuat pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan.

Next Post Previous Post