Saham BBCA, BMRI, hingga BBNI Kompak Anjlok saat IHSG Dibuka Merah
![]() |
| (Foto Harga Saham Bank Negara Indonesia dari Google Finansial) |
Kondisi IHSG dan Saham Perbankan
IHSG dibuka dengan tekanan jual yang cukup besar dan sempat anjlok lebih dari 3% pada perdagangan intraday, mencerminkan kekhawatiran investor yang menyebar ke saham-saham blue chip. Saham sektor perbankan, termasuk BBCA, BMRI, dan BBNI, turun signifikan sebagai konsekuensi dari sentimen negatif tersebut. BBCA turun sekitar 0,90%,
BMRI sekitar 1,05%, dan BBNI lebih dalam sekitar 1,57% di pembukaan pasar hari ini, sehingga menjadi salah satu kontributor utama koreksi IHSG yang dibuka merah.
Kinerja dan Fundamental Bank Besar
Secara fundamental, kinerja BBCA menunjukkan kondisi yang cukup solid hingga paruh pertama 2025 dengan laba bersih meningkat 8% YoY, didukung oleh pertumbuhan kredit yang naik 13% YoY dan biaya kredit yang terjaga rendah.
BBCA tetap menjadi bank yang lebih tahan banting di tengah kondisi ekonomi makro yang masih penuh tantangan, untuk itu saham BBCA masih mendapat rekomendasi Buy dengan potensi kenaikan harga saham hingga 38,5% dibanding harga terakhir Juli 2025.
Sementara itu, BMRI dan BBNI menghadapi tekanan pada laba bersihnya, masing-masing mengalami penurunan di kuartal pertama dan paruh pertama 2025, yang tercermin dari laba bersih BMRI naik sangat tipis dan BBNI turun 5,6% YoY. Penurunan ini dipengaruhi oleh naiknya biaya kredit, penurunan margin bunga bersih (NIM), serta kondisi makro yang kurang mendukung.
Meski demikian, BBNI menunjukkan perbaikan likuiditas yang cukup baik di paruh pertama tahun ini, yang membuka peluang pemulihan di semester kedua 2025. Rekomendasi saham BMRI dan BBNI juga masih Buy dengan target harga yang menunjukkan kemungkinan rebound di masa mendatang, menunggu perbaikan kondisi ekonomi dan biaya kredit yang lebih terkendali.
Sentimen Pasar dan Outlook
Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian politik yang semakin meningkat akibat aksi demonstrasi, sehingga investor mengambil posisi hati-hati dengan mendiversifikasi risiko dan menghindari saham-saham yang berisiko tinggi, termasuk saham perbankan yang cepat merespons sentimen negatif makro dan politik. Selain itu, adanya net sell asing pada saham-saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI juga menambah tekanan jual di pasar saham pada pembukaan hari ini.
Analisis dari sejumlah sekuritas merekomendasikan para investor untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih saham pada perdagangan hari ini, sementara saham pilihan untuk pembelian lebih difokuskan pada sektor-sektor tertentu yang masih menunjukkan prospek positif dalam jangka pendek.
Jadi, meskipun saham BBCA, BMRI, dan BBNI kompak anjlok di pembukaan perdagangan IHSG hari ini, fundamental ketiga bank besar tersebut menunjukkan karakteristik yang berbeda, dan ada potensi pemulihan seiring membaiknya kondisi makroekonomi dan meredanya sentimen negatif politik ke depan.
Penurunan saham ini lebih didorong oleh reaksi pasar terhadap situasi politik dan sentimen jangka pendek daripada perubahan fundamental perusahaan secara mendasar saat ini.


