Proneuron Obat Apa? Manfaat, Dosis, dan Efek Samping
Proneuron merupakan obat keras berbentuk kaplet yang mengandung metamizole 500 mg sebagai analgesik antipiretik dan diazepam 2 mg sebagai benzodiazepin penenang otot, digunakan untuk redakan nyeri sedang hingga berat seperti sakit gigi, kepala, kolik, haid, atau pasca-operasi sambil relaksasi otot tegang.
Obat ini bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin penyebab nyeri-peradangan oleh metamizole, serta meningkatkan aktivitas neurotransmiter GABA di otak oleh diazepam untuk efek sedatif dan antispasmodik. Hanya gunakan atas resep dokter karena termasuk obat psikotropika dengan potensi ketergantungan.
Kandungan dan Mekanisme Kerja
Setiap kaplet Proneuron berisi metamizole (methampirone) 500 mg yang diserap cepat via pencernaan dalam 1-4 jam untuk kurangi demam, nyeri, dan spasme otot polos, serta diazepam 2 mg yang tenangkan sistem saraf pusat untuk hilangkan kecemasan, kejang otot, atau insomnia terkait nyeri.
Kombinasi ini efektif atasi nyeri akut-kronis dengan efek ganda penghilang rasa sakit dan relaksan. Metamizole mirip NSAID tapi lebih kuat antipiretik, sementara diazepam cegah rebound kecemasan pasca-nyeri.
Manfaat Utama
Nyeri Gigi dan Kepala: Redakan sakit gigi berdenyut atau migrain tegang dengan efek analgesik cepat dan relaksasi otot wajah.
Nyeri Kolik dan Haid: Atasi kram perut kolik ginjal atau dismenore berat lewat antispasmodik diazepam dan antiinflamasi metamizole.
Pasca-Operasi: Kurangi nyeri bedah, demam, serta kekakuan otot untuk pemulihan lebih nyaman.
Penenang Tambahan: Bantu insomnia atau kecemasan akibat nyeri kronis tanpa overdosis tunggal.
Dosis dan Cara Pakai
Dosis dewasa standar 1 kaplet 1-3 kali sehari setelah makan, maksimal 3 kaplet/hari, sesuaikan kondisi oleh dokter; anak >12 tahun half dosis dewasa. Minum utuh dengan air putih, hindari dikunyah; jangan melebihi 5 hari berturut untuk cegah toleransi diazepam. Berhenti bertahap jika konsumsi lama, pantau gejala putus obat.
Efek Samping
Efek ringan mencakup mual, pusing, sakit kepala, gangguan pencernaan, atau kantuk sementara yang hilang sendiri. Efek serius jarang tapi berbahaya seperti agranulositosis (penurunan sel darah putih tingkatkan infeksi), gangguan hati-ginjal, atau depresi napas pada overdosis. Diazepam picu ketergantungan jangka panjang, hindari alkohol atau obat sedatif lain.
Peringatan dan Kontraindikasi
Jangan pakai pada alergi metamizole/diazepam, glaukoma, porfiria, hamil/menyusui, atau anak <12 tahun tanpa pengawasan. Interaksi berbahaya dengan opioid, antidepresan, atau warfarin tingkatkan risiko perdarahan. Simpan di suhu <30°C jauh anak, buang jika kadaluarsa; konsultasi dokter segera jika gejala tak membaik dalam 3 hari. Alternatif seperti paracetamol lebih aman untuk nyeri ringan.

