Analis Ramal IHSG Tembus 9000, Didorong Asing dan Sektor Energi

 

Analis Ramal IHSG Tembus 9000, Didorong Asing dan Sektor Energi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tembus level 9.000 pada akhir 2025, didorong oleh inflow modal asing yang masif dan kinerja solid sektor energi. Prediksi ini semakin kuat setelah IHSG mencetak rekor tertinggi baru-baru ini di kisaran 8.700-an, dengan likuiditas pasar mencapai triliunan rupiah.​

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis IHSG capai 9.000 akhir tahun ini, berdasarkan siklus historis pasar dan fundamental ekonomi yang membaik. Mandiri Sekuritas menyebut target tersebut hanya soal waktu, dengan transaksi ritel tinggi dan valuasi saham menarik sebagai pendorong utama. Analisis teknikal juga mendukung, di mana resistance 8.800 berhasil ditembus membuka jalan ke 9.000.​

Baca Juga: BlackRock Balik Arah Borong Saham BUMI Desember 2025

Peran Investor Asing

Investor asing mencatat capital inflow US$0,8 miliar pada Oktober 2025, tertinggi dalam setahun, mengantisipasi pertumbuhan ekonomi kuartal IV hingga 5,5%. Surplus neraca perdagangan 65 bulan berturut-turut dan ekspansi PMI manufaktur per Oktober memperkuat sentimen positif, menarik dana panas ke pasar saham Indonesia. Arus modal ini diproyeksi berlanjut, didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.​

Kontribusi Sektor Energi

Sektor energi menjadi tulang punggung penguatan IHSG, dengan emiten besar berfundamental kuat seperti konglomerasi energi yang naik signifikan. Kenaikan harga komoditas global dan stabilitas harga minyak domestik mendorong valuasi saham energi, sejalan dengan tren bullish blue chip. Minat beli merata di sektor ini tercermin dari 402 saham penguat baru-baru ini, termasuk energi yang dominan.​

Proyeksi ini realistis jika likuiditas terjaga dan sentimen global mendukung, meski volatilitas eksternal seperti inflasi AS tetap jadi risiko.​

Next Post Previous Post