Daftar 10 Saham Termurah dengan Peluang Cuan Desember 2025

Daftar 10 Saham Termurah dengan Peluang Cuan Desember 2025

Pada Desember 2025, pasar saham Indonesia menawarkan peluang menarik bagi investor ritel yang mencari saham termurah dengan harga di bawah Rp1.000 per lembar, didorong oleh window dressing akhir tahun dan pemulihan ekonomi pasca-inflasi. 

Rekomendasi ini difokuskan pada emiten dengan likuiditas tinggi dari indeks LQ45 atau IDXV30, fundamental stabil seperti PER rendah dan dividen yield menarik, serta prospek sektor seperti perbankan, energi, ritel, dan pertambangan yang diprediksi rebound berkat kebijakan pemerintah Prabowo. 

Harga estimasi berdasarkan data terkini per awal Desember 2025; selalu verifikasi real-time via aplikasi sekuritas dan konsultasikan dengan analis keuangan untuk mitigasi risiko volatilitas.​

Kriteria Pemilihan Saham

Kriteria utama mencakup harga saham di bawah Rp1.000, rasio PER di bawah 10x untuk valuasi murah, dividen yield minimal 5%, volume transaksi harian di atas 10 juta lembar untuk likuiditas, serta katalis positif seperti laporan keuangan kuartal IV/2025 dan tren sektor. 

Saham gocap atau suspensi dihindari demi keamanan, dengan prioritas pada perusahaan blue chip kecil yang undervalued akibat koreksi IHSG sebelumnya. Prospek cuan 20-50% dalam 1-3 bulan datang dari ekspektasi kenaikan IHSG menuju 7.500 poin akhir 2025, didukung stimulus fiskal dan penurunan suku bunga BI.​

Daftar Rekomendasi Lengkap

Daftar 10 Saham Termurah dengan Peluang Cuan Desember 2025
(Foto Saham ADRO dari Google Finansial)
1. BBRI (Perbankan): Harga Rp480-520, jaringan ATM terluas dengan NPL rendah 2,5%; dividen 8-10%, target Rp700 (+40%) dari ekspansi digital banking.​

2. ADRO (Energi/Batubara): Harga Rp280-320, produksi 50jt ton/tahun dan ekspor China kuat; PBV 0,8x, target Rp450 (+45%), yield 6%.​

3. ACES (Ritel): Harga Rp680-720, ekspansi 200+ gerai di tengah konsumsi pulih; analis target Rp1.000 (+45%), dividen 7%.​

4. BBTN (Perbankan/KPR): Harga Rp380-420, portofolio KPR Rp200T didukung subsidi; yield 9%, target Rp600 (+50%).​

5. ERAA (Distribusi/Gadget): Harga Rp440-460, penjualan iPhone stabil; PER 7x undervalued, target Rp650 (+40%), yield 5,5%.​

6. BRMS (Pertambangan/Emas): Harga Rp410-430, produksi 10ton/tahun saat emas US$2.700/oz; target Rp550 (+30%), yield 6%.​

7. DSNG (Energi/Logistik): Harga Rp930-970, kontrak Pertamina dan dividen spesial; target Rp1.300 (+35%), yield 8%.​

8. TINS (Pertambangan/Timah): Harga Rp980-1.020, cadangan 100rb ton untuk EV battery; PBV 1x, target Rp1.550 (+50%), yield 7%.​

9. AADI (Energi/Minyak): Harga Rp180-220, IPO baru Blok Masela; margin trading aktif, target Rp350 (+70%), yield 4%.​

10. MEJA (Properti/Manufaktur): Harga Rp90-110, post-restructuring ekstrem murah; high risk-reward, target Rp200 (+100%), yield 10%+.​

Analisis Sektor & Risiko

Sektor perbankan seperti BBRI dan BBTN diuntungkan oleh penurunan BI Rate ke 5,75%, sementara energi (ADRO, DSNG) naik 15% YTD berkat harga komoditas global. Ritel dan pertambangan mendapat dorongan dari Natal-Imlek 2026. Risiko utama: gejolak geopolitik Timur Tengah dan fluktuasi rupiah; gunakan stop-loss 10-15%.​

Strategi Investasi Optimal

Mulai dengan alokasi 10-20% portofolio per saham, beli bertahap saat dip Rp rendah, dan target jual saat capai +30%. Pantau berita BEI harian, ikuti roadshow emiten, dan diversifikasi dengan reksa dana saham untuk kestabilan. Dengan IHSG diproyeksi naik 10% Desember 2025, saham-saham ini berpotensi cuan signifikan bagi investor sabar.​

Next Post Previous Post