Harga Ojol Per KM, Cara Menghitung Tarif Ojek Online yang Baru di Tahun 2026

Harga Ojol Per KM, Cara Menghitung Tarif Ojek Online yang Baru di Tahun 2026

Tarif ojek online (ojol) di Indonesia mengalami penyesuaian berkala berdasarkan regulasi pemerintah, dengan perhitungan utama per kilometer yang mencakup biaya minimal untuk 4 km pertama dan tambahan untuk jarak lebih jauh. 

Pada 2026, tarif ini diproyeksikan naik sekitar 8-15% dari ketentuan 2025, tergantung zona wilayah, untuk menutup biaya operasional pengemudi dan potongan platform hingga 20%. Artikel ini membahas harga ojol per km serta cara menghitung tarif terbaru.

Zona Tarif Ojol

Tarif ojol dibagi menjadi tiga zona utama oleh Kemenhub, dengan penyesuaian untuk 2026 berdasarkan inflasi dan demo pengemudi.​

Zona I (Jawa, Sumatra, Bali): Minimal 4 km pertama Rp8.000–Rp10.000; tambahan per km Rp2.000–Rp2.500 (total penumpang hingga Rp2.500–Rp3.125 setelah potongan 20%).​

Zona II (Jabodetabek): Minimal 4 km pertama Rp10.200–Rp11.200; tambahan per km Rp2.550–Rp2.800.​

Zona III (Kalimantan, Sulawesi, dll.): Minimal 4 km pertama Rp9.200–Rp11.000; tambahan per km Rp2.300–Rp2.750.​

Cara Menghitung Tarif

Hitung tarif dengan rumus: (biaya minimal 4 km pertama) + (jarak tambahan × tarif per km), ditambah faktor seperti jam sibuk atau cuaca (dynamic pricing hingga 1,5–2x).​

Contoh perjalanan 7 km di Zona II: 4 km = Rp10.200–Rp11.200; 3 km tambahan = Rp7.650–Rp8.400; total Rp17.850–Rp19.600.​

Platform seperti Gojek atau Grab otomatis hitung ini di app, termasuk PPN 11% dan biaya administrasi.​

Proyeksi 2026

Pada 2026, tarif minimal Zona I diprediksi Rp9.000–Rp11.500 setelah kenaikan 8-15%, dengan per km naik menjadi Rp2.200–Rp2.900 untuk keseimbangan bagi pengemudi.​

Demo ojol 2025 menuntut ini agar pendapatan bersih pengemudi capai Rp4.000–Rp5.000 per trip setelah potongan.​

Penumpang disarankan cek app untuk promo atau multi-destination guna hemat biaya.​

Next Post Previous Post