IHSG Ditutup Menguat di Awal Pekan, Naik ke Level 8.644

 

IHSG Ditutup Menguat di Awal Pekan, Naik ke Level 8.644
(Foto IHSG dari Google Finansial)
IHSG ditutup menguat signifikan pada Senin, 29 Desember 2025, di awal pekan perdagangan jelang libur akhir tahun, naik 1,25% atau 106,34 poin ke level 8.644,26. Penguatan ini mencerminkan sentimen positif investor domestik dan asing di tengah ekspektasi pemulihan ekonomi global serta kebijakan moneter yang akomodatif dari Bank Indonesia.

Baca Juga: Cuan Awal Tahun! Ini Daftar 8 Emiten Pembagi Dividen Januari 2026

Dinamika Perdagangan Harian

Rentang perdagangan IHSG hari ini berada antara 8.546,14 sebagai level terendah dan 8.652,18 sebagai puncak tertinggi, menunjukkan volatilitas moderat namun tren bullish yang konsisten. 

Volume transaksi mencapai 39 miliar lembar saham dengan nilai Rp22,41 triliun dan frekuensi 2,73 juta kali, di mana net buy asing tercatat Rp1,2 triliun sementara net sell domestik Rp890 miliar. Pada sesi pertama, indeks sempat menyentuh kenaikan 0,87% ke 8.612,47, didorong oleh sektor bahan baku yang naik 2,1% dan utilitas 1,8%.

Saham dan Sektor Unggulan

Beberapa saham pemberat utama seperti Bumi Resources (BUMI) melonjak 4% ke Rp366 per saham, diikuti Bank Tabungan Negara (BBTN) naik 0,75% ke Rp2.320, serta Kalbe Farma (KLBF) menguat 1,2% ke Rp1.230. 

Sektor energi dan konsumsi juga berkontribusi positif, dengan saham seperti Astra International (ASII) dan Telkom Indonesia (TLKM) mendukung momentum. Secara keseluruhan, 260 saham menguat dibandingkan 173 melemah, menciptakan keseimbangan pasar yang sehat.

Indeks Pendukung Lainnya

Lembaga Emetensi (LQ45) naik 1,3% ke 8.920, IDX30 menguat 1,4% ke 8.150, dan IDX SMC Liquid naik 1,1% ke 6.450, menandakan kekuatan di segmen blue chip. Indeks sektoral menunjukkan penguatan luas, kecuali sektor keuangan yang flat di 0,2%.

Konteks Pasar Lebih Luas

Penguatan IHSG ini sejalan dengan tren regional di Asia Tenggara, di mana pasar seperti SET Index Thailand dan PSEi Filipina juga hijau, didukung pelemahan dolar AS dan aliran dana panas ke emerging markets. Jelang penutupan tahun 2025, analis memproyeksikan IHSG berpotensi menembus 8.700 jika tidak ada gejolak geopolitik, meski rawan koreksi jangka pendek akibat profit taking.

Next Post Previous Post