Keran Impor Ditutup, Mentan Amiluddin Kebut Swasembada Gula 2026
Menteri Pertanian (Mentan) Amiluddin menutup keran impor gula kristal mentah (GKM) dan gula konsumsi rumah tangga (GKR) untuk dorong swasembada gula nasional pada 2026, bagian strategi ketahanan pangan pemerintahan Prabowo. Kebijakan ini respons terhadap stok berlebih musim giling 2025/2026 dan proyeksi produksi tebu naik 10-15%. Petani tebu dan pabrik gula dapatkan momentum tingkatkan produktivitas.
Strategi Percepatan Swasembada
Perluas lahan tebu 50.000 ha baru di Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi via program plasma.
Modernisasi pabrik gula dengan subsidi mesin ekstraksi kapasitas tinggi.
Target produksi gula 2,8 juta ton dari 2,5 juta ton tahun ini, tutup gap konsumsi 2,7 juta ton.
Dampak Penutupan Impor
Kebijakan ini stabilkan harga gula domestik di Rp14.000-15.000/kg, lindungi petani dari banjir impor murah. Industri makanan-minuman adaptasi cepat tanpa gangguan pasok industri. Pemerintah alokasikan Rp5 triliun bantuan pupuk dan benih unggul untuk swasembada.
Tantangan dan Prospek 2026
Cuaca La Nina potensial tingkatkan hasil panen, tapi butuh pengawasan distribusi ketat. Mentan optimis capai swasembada penuh Januari 2026, kurangi ketergantungan impor 90%. Petani diajak maksimalkan program PSR untuk panen raya.

