Kinerja Ekonomi Kreatif Sepanjang 2025, Nilai Ekspor Tembus US$ 26,68 M
Sektor ekonomi kreatif Indonesia menunjukkan kinerja luar biasa sepanjang 2025, melampaui berbagai target nasional sesuai laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Nilai ekspor tembus US$26,68 miliar hingga Oktober 2025, berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Capaian Tenaga Kerja
Sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta pekerja, atau 18,70% dari total penduduk bekerja, melebihi target RPJMN 2025 sebesar 25,55 juta orang. Lebih dari 50% tenaga kerja berusia di bawah 40 tahun, menjadikannya pendorong lapangan kerja bagi generasi muda. Kontribusi ini memperkuat peran ekraf dalam penyerapan tenaga kerja nasional.
Pertumbuhan Ekspor
Nilai ekspor ekonomi kreatif Januari-Oktober 2025 mencapai US$26,68 miliar, melampaui target US$26,44 miliar dan menyumbang 11,96% dari total ekspor nonmigas. Subsektor fesyen mendominasi dengan US$14,86 miliar, diikuti kriya US$11,10 miliar. Pasar utama meliputi Amerika Serikat, Swiss, dan Jepang.
Kontribusi terhadap PDB
Pada 2024, PDB ekonomi kreatif mencapai Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional ADHB, dengan pertumbuhan 6,57% yang melampaui ekonomi nasional 5,03%. Tren ini berlanjut ke 2025, dengan kontribusi yang terus menguat meski data lengkap masih diproses. Sektor ini menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi.
Prospek ke Depan
Investasi semester pertama 2025 capai 66% dari target Rp90-136 triliun, fokus pada aplikasi, fesyen, kuliner, dan kriya. Target ekspor 2026 naik menjadi US$27,85-28 miliar, didukung program pemerintah. Kinerja ini mencerminkan potensi ekraf dalam mendongkrak daya saing global Indonesia.

