Piracetam Obat Apa? Manfaat Lengkap untuk Otak dan Memori
Piracetam adalah obat nootropik yang berfungsi meningkatkan fungsi kognitif otak seperti memori, konsentrasi, dan pembelajaran, serta mengatasi gangguan seperti vertigo, mioklonus kortikal, dan demensia.
Obat ini bekerja dengan melindungi sel saraf, meningkatkan aliran darah otak, dan modulasi neurotransmiter tanpa efek sedasi atau stimulan kuat. Tren pencarian "piracetam obat apa" sedang tinggi di Indonesia, membuat artikel ini relevan untuk pembaca yang mencari info lengkap tentang manfaatnya bagi otak.
Apa Itu Piracetam?
Piracetam merupakan derivatif siklik dari GABA (gamma-aminobutyric acid) yang termasuk golongan racetam, tersedia dalam bentuk tablet 800 mg seperti Piracetam Bernofarm.
Mekanisme kerjanya melibatkan peningkatan neuroplastisitas, stabilitas membran sel saraf, dan deformabilitas eritrosit untuk aliran darah lebih baik ke korteks serebral. Diproduksi oleh perusahaan farmasi seperti Bernofarm, obat ini hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan bukan untuk peningkatan kognitif sehat secara umum.
Manfaat Lengkap untuk Otak dan Memori
Meningkatkan proses kognitif seperti memori, perhatian, dan pembelajaran pada pasien dengan gangguan otak akibat hipoksia, intoksikasi, atau demensia/Alzheimer.
Mengatasi vertigo terkait sirkulasi darah otak dan mioklonus kortikal (gerakan otot tak sadar) dengan efek neuroprotektif dan antikonvulsan.
Terapi tambahan untuk disleksia pada anak ≥8 tahun, serta potensial mengurangi peradangan dan kerusakan neuron di hippocampus hingga 20% berdasarkan studi hewan.
Efek vaskular: mengurangi agregasi trombosit, vasospasme kapiler, dan adhesi eritrosit untuk suplai oksigen/glukosa otak lebih optimal.
Dosis dan Aturan Pakai
Dosis dewasa untuk gangguan kognitif: 1,2–4,8 g/hari dibagi 2–3 kali, disesuaikan dokter; vertigo: 2,4–4,8 g/hari; mioklonus: hingga 24 g/hari secara bertahap. Minum setelah makan dengan air putih, jangan hancurkan tablet, dan lanjutkan minimal 3 minggu untuk efek optimal; anak disleksia: 40–100 mg/kgBB/hari. Simpan di suhu <30°C, hindari alkohol atau obat antikoagulan tanpa konsultasi.
Efek Samping dan Peringatan
Efek umum: gelisah, insomnia, pusing, mual, diare, atau hipertensi ringan; jarang: alergi, depresi, atau perdarahan. Kontraindikasi pada gagal ginjal berat, perdarahan otak, atau hipersensitivitas; hati-hati pada lansia, pasien epilepsi, atau ibu hamil/menyusui. Segera konsultasi dokter jika tidak ada perbaikan setelah 2–3 minggu atau efek serius muncul.

