PLN Kerahkan 500 Teknisi, Pemulihan Listrik Aceh Dikebut
PT PLN (Persero) mengerahkan 500 teknisi untuk mempercepat pemulihan listrik di Aceh pascabencana banjir dan longsor yang merusak infrastruktur kelistrikan.
Upaya ini melibatkan kolaborasi dengan TNI, Polri, Pemprov Aceh, dan BPBD untuk mengatasi pemadaman di 263 penyulang, dengan progres 58,2% penyulang dan 70,8% gardu distribusi sudah normal hingga 2 Desember 2025. Kementerian ESDM menargetkan pemulihan penuh di Aceh, Sumut, dan Sumbar paling cepat 4 Desember 2025.
Dampak Bencana pada Kelistrikan
Banjir bandang merusak tower saluran udara tegangan tinggi (SUTT) di Aceh, Sumut, dan Sumbar, menyebabkan pemadaman luas dan memengaruhi jutaan warga serta pengungsi. Beban listrik pulih mencapai 69,8% atau 173,05 MW, dengan 727.735 pelanggan (69,7%) kembali menikmati pasokan stabil. Akses jalan rusak memaksa distribusi logistik dan komponen tower dilakukan via udara menggunakan pesawat Hercules.
Strategi Percepatan Pemulihan
PLN memasang tower listrik darurat yang bisa dibangun dalam dua hari di Arun dan Naganraya, dilanjutkan penyambungan kabel rusak untuk pulihkan pasokan dari pembangkit. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung inspeksi dan memimpin sebagai "mandor" pembangunan tower, menargetkan listrik menyala penuh Jumat (5/12) atau Sabtu (6/12) tergantung cuaca. Genset darurat disiagakan di rumah sakit, puskesmas, bandara, dan pengungsian, plus bantuan lampu darurat ke rumah ibadah.
Progres dan Dukungan Pemerintah
Dirut PLN Darmawan Prasodjo memimpin penanganan langsung, sementara Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung catat Sumbar mulai pulih sementara Aceh-Sumut prioritas utama.
Kolaborasi lintas instansi termasuk Kodam Iskandar Muda dan Polda Aceh pastikan distribusi bantuan via alutsista TNI. Target ini selaras dengan arahan Presiden untuk stabilkan energi bagi warga terdampak.

