Usai Sempat Ditolak, RI Kembali Ekspor 182 Ton Udang ke AS

Usai Sempat Ditolak, RI Kembali Ekspor 182 Ton Udang ke AS

Indonesia berhasil mengekspor kembali 182 ton udang ke Amerika Serikat senilai Rp25 miliar setelah sempat ditolak akibat dugaan kontaminasi Cesium-137 (Cs-137). 

Pengiriman ini dilakukan melalui 10 kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta (4 kontainer) dan Tanjung Perak di Surabaya (6 kontainer), menuju pelabuhan AS seperti Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami. Udang tersebut telah tersertifikasi bebas Cs-137 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta memenuhi standar United States Food and Drug Administration (FDA).​​

Latar Belakang Penolakan Ekspor

Sebelumnya, AS menolak masuk 152,32 ton udang Indonesia pada September 2025 senilai US$1,26 juta atau sekitar Rp20,9 miliar karena terdeteksi Cs-137 pada produk udang tepung roti. 

Deteksi dilakukan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS di empat pelabuhan utama, menyebabkan total reimpor 240,54 ton dari berbagai negara. KKP merespons cepat dengan audit lapangan, perbaikan SOP, dan penguatan laboratorium uji bersama Bapeten serta Kementerian Lingkungan Hidup.​

Respons Pemerintah dan Pemulihan

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono melepas ekspor tersebut di Tanjung Priok pada 3 Desember 2025, menekankan bahwa udang Indonesia tetap kompetitif melawan Ekuador, China, India, dan Vietnam.

Pemerintah membangun laboratorium baru untuk uji Cs-137 guna hilangkan keluhan pembudidaya, sementara Unit Pengolahan Ikan (UPI) berkomitmen serap seluruh hasil budidaya. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memuji langkah ini karena meningkatkan kepercayaan mitra dagang seperti FDA.​

Proyeksi Ekspor ke Depan

Sejak 31 Oktober hingga 2 Desember 2025, sudah berlayar 303 kontainer udang ke AS sebanyak 5.218 ton senilai Rp949 miliar. Proyeksi hingga akhir Desember mencapai 605 kontainer atau 10.000 ton senilai Rp1,8 triliun, menandakan pemulihan penuh akses pasar. Keberhasilan ini diharapkan dorong target ekspor perikanan KKP sebesar US$6,25 miliar pada 2025.

Next Post Previous Post