Proyek Kilang RDMP Balikpapan Rampung, Menteri ESDM Targetkan Stop Impor Solar pada April 2026

Proyek Kilang RDMP Balikpapan Rampung, Menteri ESDM Targetkan Stop Impor Solar pada April 2026

Proyek Kilang RDMP Balikpapan telah rampung dan siap beroperasi, mendukung target pemerintah untuk menghentikan impor solar pada April 2026. Inisiatif ini dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari upaya kemandirian energi nasional. Proyek strategis ini memperkuat produksi BBM domestik dengan surplus signifikan.

Latar Belakang Proyek

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), meningkatkan kapasitas kilang dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari. Pengoperasian awal unit RFCC dimulai November 2025, dengan peresmian dijadwalkan Januari 2026. Progres mencapai 92,42% pada Februari 2025, memenuhi target rampung akhir 2025.

Dampak Produksi

RDMP Balikpapan menghasilkan BBM Euro 5 berkualitas tinggi dengan sulfur rendah 10 ppm, yield produk bernilai tinggi 91,8%. Surplus solar diproyeksikan 3-4 juta kiloliter per tahun, cukup memenuhi kebutuhan domestik. Tambahan produksi mencakup 142.000 barel BBM/hari, 336.000 ton LPG/tahun, dan 225.000 ton propilena/tahun.

Target Stop Impor

Menteri ESDM menargetkan penghentian impor solar total mulai April 2026, termasuk untuk swasta, setelah kilang beroperasi penuh tiga bulan pasca-peresmian. Kebijakan ini didorong surplus produksi RDMP, menghemat impor hingga Rp68 triliun/tahun. Kontribusi PDB nasional mencapai Rp514 triliun dengan TKDN >35%.

Manfaat Ekonomi

Proyek ini menyerap 24.000 tenaga kerja puncak konstruksi dan memenuhi 22-25% kebutuhan BBM nasional. Peningkatan Nelson Complexity Index menjadi 8 mendukung produksi petrokimia dan LPG. Strategi percepatan seperti tambahan manpower memastikan target tercapai tepat waktu.

 

Next Post Previous Post