Proyeksi Saham CDIA 2026: Pendapatan Melonjak, Infrastruktur Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Proyeksi Saham CDIA 2026: Pendapatan Melonjak, Infrastruktur Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten infrastruktur milik grup Barito Pacific, diproyeksikan mengalami lonjakan pendapatan signifikan pada 2026 berkat ekspansi di sektor pelabuhan, energi, dan logistik. Analis BCA Sekuritas memperkirakan pendapatan tumbuh dengan CAGR 38,6% hingga 2029, didorong diversifikasi aset strategis. Infrastruktur menjadi pendorong utama, mengubah CDIA dari pemain energi menjadi raksasa multifasilitas.

Baca Juga: 7 Saham Pilihan Prajogo Pangestu yang Siap Bikin CUAN Besar, Termasuk BRPT

Kinerja Historis Solid

CDIA mencatat pertumbuhan pendapatan 41% pada kuartal I-2025 menjadi US$34,64 juta, diikuti laba bersih melonjak 330% pada semester I menjadi US$67,84 juta. Pada Desember 2024, pendapatan naik 34,96% YoY ke US$102,25 juta dengan laba bersih US$32,69 juta. Dana IPO Rp4,24 triliun dialokasikan untuk ekspansi, termasuk Rp1,5 triliun ke pelabuhan dan penyimpanan.

Proyeksi Pendapatan 2026

Sektor pelabuhan dan penyimpanan diprediksi tumbuh paling cepat dengan CAGR 112,6%, didukung akuisisi aset regional pada 2026 dan operasional pipa kimia C2. Pendapatan keseluruhan diperkirakan naik 43-57% YoY, dengan laba mencapai Rp550 miliar pada 2025 sebagai basis. EBITDA juga melonjak hingga 2029 berkat lokasi strategis di Cilegon.

Infrastruktur sebagai Mesin Pertumbuhan

Ekspansi mencakup penambahan 15 kapal, pembangunan tangki penyimpanan ethylene, dan tank farm baru seperti tangki bitumen 12.000 m³ untuk recurring revenue. Keunggulan kompetitif dari dukungan Barito Pacific dan agenda transisi energi nasional memperkuat posisi CDIA. Rencana ini selaras dengan proyeksi BEI RNTH Rp14,5 triliun pada 2026, mendukung likuiditas saham infrastruktur.

Target Harga dan Rekomendasi

Proyeksi Saham CDIA 2026: Pendapatan Melonjak, Infrastruktur Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
(Foto Saham CDIA dari Google Finansial)
BCA Sekuritas menetapkan target harga saham CDIA dengan potensi cuan dari valuasi murah pasca-IPO. Investor disarankan buy on weakness mengingat kinerja laba inti US$38,1 juta (naik 80,5% YoY). Fokus fundamental konglomerat seperti CDIA optimistis di 2026 meski valuasi tinggi di sektor lain.

Next Post Previous Post