Rekor Baru! Harga Emas Global Naik 0,67% Akhir 2025
Harga emas dunia mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru di akhir 2025, dengan kenaikan harian 0,67% yang didorong oleh permintaan safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Faktor Pendorong Kenaikan
Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan sepanjang tahun, di mana emas naik sekitar 70% secara year-to-date hingga Desember 2025, terutama akibat pembelian bank sentral global dan ketegangan perdagangan AS-China. Selain itu, shutdown pemerintah AS dan pelemahan pasar tenaga kerja mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai.
Pada 24 Desember 2025, harga emas berada di US$4.480,40 per troy ons setelah sempat menyentuh US$4.385,04 pada 22 Desember, menandai level tertinggi sepanjang masa. Secara kumulatif, apresiasi bulanan mencapai 8,46%, dengan prediksi akhir tahun dari analis seperti Goldman Sachs menargetkan US$3.700–4.000 per ons.
Dampak di Indonesia
Di pasar lokal, harga emas Antam menyentuh Rp2,3 juta per gram pada Oktober 2025 dan berpotensi mencapai Rp2,5–3 juta per gram akhir tahun jika rupiah melemah. Investor ritel disarankan memanfaatkan momentum ini untuk diversifikasi portofolio, meski waspada koreksi teknikal.
Prediksi UBS dan ING menunjukkan rebound akhir 2025, dengan potensi tembus US$4.700 jika risiko global meningkat. Emas tetap menarik bagi investor Indonesia yang melacak tren harian, terutama di tengah volatilitas pasar saham dan kripto.

