RI Sudah Ekspor 303 Kontainer Udang ke AS Senilai Rp 949 M

RI Sudah Ekspor 303 Kontainer Udang ke AS Senilai Rp 949 M

Indonesia berhasil mengekspor 303 kontainer udang ke Amerika Serikat senilai Rp 949 miliar, menunjukkan pemulihan kepercayaan pasar pasca isu kontaminasi radioaktif. Ekspor ini menjadi bagian dari tren positif kuartal III 2025, di mana nilai ekspor udang nasional mencapai US$ 1,397 miliar dengan AS sebagai tujuan utama pangsa 63,1 persen.​

Tren Ekspor Udang 2025

Nilai ekspor udang ke AS tumbuh 16,3 persen secara tahunan hingga September 2025, didorong oleh pengawasan ketat KKP melalui Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Pada kuartal I 2025, ekspor udang dan ikan ke AS sudah mencapai USD 287,34 juta atau 3,93 persen dari total ekspor nonmigas. Indonesia menempati peringkat kelima eksportir udang dunia dengan pangsa 6 persen, meski menghadapi tantangan seperti tarif proteksionis AS.​

Tantangan dan Pemulihan

Ekspor sempat terganggu isu Cesium-137 pada produk PT Bahari Makmur Sejati, tetapi KKP memastikan kasus lokal dan menerapkan zero compromise dengan kontrol mutu ketat. Pasar AS tetap dominan, diikuti Jepang dan China, dengan volume ekspor 2024 mencapai 214,58 ribu ton senilai USD 1,68 miliar. Upaya diplomasi dengan FDA memastikan kelancaran pengiriman kontainer udang beku.​

Dampak Ekonomi

Ekspor udang unggul atas komoditas lain seperti tuna (US$ 763 juta) dan cumi (US$ 575 juta), menyumbang devisa signifikan bagi sektor perikanan. Prestasi 303 kontainer ini memperkuat posisi Indonesia di pasar global, dengan proyeksi peningkatan produksi berkelanjutan melalui teknologi budidaya. KKP terus kolaborasi internasional untuk genjot ekspor ke AS.​

Next Post Previous Post